Menariknya, kedua diet ini bisa saling melengkapi. Banyak orang menggabungkan keduanya (disebut Keto-IF) untuk hasil yang lebih cepat, meskipun tidak semua tubuh cocok dengan kombinasi ekstrem tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Diet
•Kelebihan IF
1. Mudah diikuti. Tidak perlu menghitung kalori atau mengatur menu ketat.
2. Meningkatkan sensitivitas insulin. Cocok bagi penderita prediabetes atau resistensi insulin.
3. Mendukung fungsi otak. Beberapa riset menunjukkan IF dapat meningkatkan fokus dan energi mental.
4. Menyehatkan sistem pencernaan. Karena ada waktu istirahat panjang bagi organ pencernaan.
•Kekurangan IF
Baca Juga:6 Buah Rendah Kalori Yang Cocok Untuk Program DietMau Diet Menggunakan Teh? Bisa Dong! Yuk Simak Rekomendasi Teh Yang Bisa Membuat Perutmu Terhindar Dari Kebunc
1. Risiko makan berlebihan saat “jendela makan”. Banyak yang tergoda untuk makan berlebihan setelah berpuasa lama.
2. Tidak cocok untuk semua orang. Penderita maag kronis, ibu hamil, atau orang dengan gangguan makan tidak disarankan.
3. Adaptasi awal sulit. Lapar dan lemas sering terjadi dalam minggu pertama.
•Kelebihan Keto
1. Penurunan berat badan cepat. Karena tubuh membakar lemak secara intensif.
2. Menstabilkan kadar gula darah. Sangat efektif bagi penderita diabetes tipe 2.
3. Mengurangi nafsu makan. Lemak tinggi dan protein sedang membuat rasa kenyang lebih lama.
4. Potensi membantu kesehatan otak. Diet ini awalnya dirancang untuk penderita epilepsi dan kini dikaji untuk Alzheimer.
•Kekurangan Keto
1. Adaptasi berat (“Keto flu”). Gejala seperti sakit kepala, lemas, mual, dan susah konsentrasi di awal diet.
2. Pantangan ketat. Hampir semua sumber karbohidrat seperti nasi, roti, dan buah manis dilarang.
Baca Juga:Sehat dan Lezat : 5 Rekomendasi Merek Yogurt Rendah Gula, Cocok Untuk DietNggak Banyak Yang Tahu, Inilah Beberapa Manfaat Tomat Untuk Diet Sehat
3. Risiko defisiensi nutrisi. Karena pembatasan makanan tertentu, tubuh bisa kekurangan serat, vitamin, dan mineral.
4. Berisiko jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. Terutama bagi yang punya gangguan ginjal atau hati.
Mana yang Lebih Efektif untuk Turunkan Berat Badan?
Studi ilmiah menunjukkan bahwa keduanya sama-sama efektif, tergantung pada kepatuhan dan kecocokan individu.
Sebuah penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health (2021) menunjukkan bahwa IF dapat menurunkan berat badan rata-rata 3-8% dalam 8-12 minggu, jika dilakukan konsisten.
Sedangkan studi British Journal of Nutrition (2020) menemukan bahwa diet Keto menghasilkan penurunan berat badan lebih cepat di 3 bulan pertama, tapi efeknya menurun setelah 6 bulan jika tidak dijaga dengan baik.
