Diet IF vs Keto: Dua Metode Populer, Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan dan Jaga Kesehatan?

Diet
Jika kamu tipe orang yang sibuk dan tidak ingin ribet mengatur menu, Intermittent Fasting bisa menjadi pilihan realistis dan fleksibel. Foto: Halodoc/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Dalam dunia diet modern, dua metode paling sering diperbincangkan adalah Intermittent Fasting (IF) dan Ketogenic Diet (Keto).

Keduanya diklaim efektif untuk menurunkan berat badan, menstabilkan kadar gula darah, dan meningkatkan energi. Namun, banyak orang masih bingung, mana yang sebenarnya lebih “work”?

Untuk menjawabnya secara akurat, kita perlu memahami dulu prinsip kerja masing-masing diet, dampaknya terhadap tubuh, serta bagaimana hasilnya berbeda pada tiap individu. Artikel ini akan membedah fakta ilmiah dan praktiknya di lapangan agar kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan gaya hidupmu.

Baca Juga:6 Buah Rendah Kalori Yang Cocok Untuk Program DietMau Diet Menggunakan Teh? Bisa Dong! Yuk Simak Rekomendasi Teh Yang Bisa Membuat Perutmu Terhindar Dari Kebunc

Memahami Dasar-Dasar Diet IF dan Keto

Apa itu Intermittent Fasting (IF)?

Intermittent Fasting bukanlah pola makan yang membatasi jenis makanan, melainkan mengatur waktu makan. Dalam IF, seseorang berpuasa selama periode tertentu (biasanya 14-20 jam), lalu makan dalam “jendela waktu” terbatas. Pola paling populer adalah 16:8, yaitu puasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam.

Konsep dasarnya sederhana, dengan memperpanjang waktu tanpa makan, tubuh akan kehabisan cadangan glukosa dan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Hasilnya, pembakaran lemak meningkat dan berat badan pun bisa turun lebih cepat.

Apa itu Diet Ketogenik (Keto)?

Sementara itu, diet Keto berfokus pada pengaturan makronutrien, rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang. Tujuannya adalah membuat tubuh masuk ke fase ketosis, di mana tubuh membakar lemak menjadi keton untuk energi karena kekurangan glukosa dari karbohidrat.

Komposisi ideal dalam diet Keto biasanya sekitar 70-75% lemak, 20% protein, dan 5-10% karbohidrat. Dengan pembatasan karbohidrat yang ketat (sekitar 20-50 gram per hari), tubuh dipaksa beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.

Bagaimana Kedua Diet Ini Bekerja di Dalam Tubuh

Kedua diet sama-sama menargetkan pembakaran lemak, tetapi dengan mekanisme yang berbeda.

IF bekerja melalui periode puasa yang menurunkan kadar insulin. Saat insulin rendah, tubuh lebih mudah melepaskan lemak dari sel dan menggunakannya sebagai energi.

Baca Juga:Sehat dan Lezat : 5 Rekomendasi Merek Yogurt Rendah Gula, Cocok Untuk DietNggak Banyak Yang Tahu, Inilah Beberapa Manfaat Tomat Untuk Diet Sehat

Keto memicu ketosis, kondisi di mana hati memproduksi keton dari lemak. Proses ini membuat tubuh bergantung pada lemak, bukan glukosa, untuk bertahan hidup.

0 Komentar