Rumah Singgah Dinas Sosial masih dalam tahap komunikasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Hal ini guna menciptakan wadah yang representatif bagi rehabilitasi PMKS, khususnya ODGJ.
Unit Pelaksana Teknis Lingkungan Pondok Sosial (UPT Liposos Dinsos) Kota Cirebon mengakui tempat rehabilitasi untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, khususnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), belum representatif. Masih banyak yang perlu dibenahi dari segi fasilitas dan daya tampung.
Kepala UPT Liposos Dinsos Kota Cirebon, Prasetyo Hari, bahkan menyebut Rumah Singgah yang menjadi wadah rehabilitasi saat ini belum beroperasi secara maksimal, dan para PMKS yang sempat ditampung telah dipulangkan ke keluarga masing-masing.
Baca Juga:Sol Sepatu Sukalila Bertahan Di Tengah Ancaman Penertiban – VideoWarga Pertanyakan 280 Juta Anggaran Bumdes Yang Belum Tergelar – Video
Rumah Singgah sendiri tengah diproses oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk secara ideal beroperasi pada Tahun 2026 mendatang. Prasetyo Hari juga menjelaskan pihak Dinsos hanya berstatus sebagai penerima manfaat, maka pihaknya hanya menunggu realisasi anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum untuk meningkatkan kualitas Rumah Singgah.
Sejauh ini, UPT Liposos pernah menampung 60 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berasal dari Kota Cirebon. Selain itu, mereka menyebut PMKS lain berasal dari luar Kota Cirebon, bahkan dari luar Cirebon Raya.
Pemerintah Kota Cirebon diharapkan dapat menjadikan pembangunan Rumah Singgah ini sebagai prioritas dalam agenda kesejahteraan sosial daerah, sesuai dengan Permensos Nomor 16 Tahun 2019. Permensos tersebut mendorong untuk pengadaan fasilitas yang nyaman, aksesibilitas yang inklusi, serta pengasuhan yang intens.