RADARCIREBON.TV- Dalam sejarah panjang sepak bola Indonesia, duel Persib Bandung melawan Persija Jakarta selalu menyimpan kisah yang sulit dilupakan.
Rivalitas yang dikenal sebagai salah satu derby paling panas di Asia Tenggara ini tak hanya melibatkan pertarungan gengsi dua kota besar, tetapi juga penuh dengan momen dramatis yang membekas bagi siapa pun yang menyaksikannya. Salah satu kisah yang hingga kini sering dibicarakan adalah gol Kenji Adachihara, penyerang asal Jepang yang sempat membela Persib Bandung ke gawang Persija, sebuah peristiwa yang melekat kuat dalam ingatan para Bobotoh maupun pecinta sepak bola nasional.
Momen itu bukan sekadar gol, bukan pula hanya sebuah penyelesaian akhir dari seorang striker yang menjalankan tugasnya. Lebih dari itu, gol Kenji menjadi simbol dari determinasi, ketenangan, dan kecintaan seorang pemain asing terhadap klub yang ia bela meski hanya sebentar. Banyak yang mengatakan bahwa gol tersebut adalah bentuk penghormatan Kenji kepada Persib, klub yang memberinya kesempatan untuk dikenal lebih luas di Indonesia.
Baca Juga:Drama Hingga Detik Akhir! Belanda Kunci Tiket Piala Dunia 2026 Lewat Performa Paling Mematikan dalam 1 DekadeMemanfaatkan Gemini AI untuk Membuat Edit Rumah Horor Demi Prank Teman Begini Fenomenanya
Latar Belakang Seorang Samurai Kecil di Tanah Nusantara
Kenji Adachihara datang ke Indonesia dengan reputasi biasa saja. Ia bukan bintang besar di Jepang, bukan pula pemain dengan statistik mentereng. Ia datang sebagai pekerja keras, pemain yang dibentuk oleh kedisiplinan, serta keinginan kuat untuk membuktikan diri. Sebelum mendarat di Bandung, Kenji sempat memperkuat sejumlah klub Tanah Air seperti Bontang FC dan Persiba Balikpapan. Dari situlah bakat dan gaya bermainnya mulai dikenal publik: sederhana, efisien, dan selalu bermain dengan sepenuh hati.
Ketika Persib Bandung memutuskan untuk merekrutnya, banyak yang mempertanyakan keputusan manajemen. Kenji bukan striker flamboyan seperti yang identik dengan gaya main Maung Bandung. Ia tidak memiliki kecepatan eksplosif, tidak punya tubuh besar untuk duel, dan tidak terlalu sering tampil di media. Namun, sifat pekerja keras dan kemampuannya membaca permainan membuat pelatih kala itu melihat potensi yang berbeda.
Di luar dugaan, Kenji malah menjadi salah satu pemain yang langsung menyatu dengan atmosfer sepak bola Bandung. Menurut beberapa rekannya, Kenji sangat cepat bersosialisasi, sering tersenyum, dan punya rasa hormat tinggi terhadap budaya lokal. Ia bahkan sempat belajar beberapa kata dalam bahasa Sunda untuk berkomunikasi dengan Bobotoh, sesuatu yang membuatnya cepat dicintai.
