Selepas gantung sarung tangan, dedikasi Ronny terhadap olahraga tidak pernah surut. Menariknya, sebelum fokus total pada sepak bola, ia juga merupakan seorang atlet tenis lapangan berprestasi, bahkan sempat mewakili Sumatera Utara di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Warisan keatletisan ini kemudian diteruskan oleh keenam anaknya yang, meski tidak ada yang memilih sepak bola, semuanya sukses berkiprah sebagai atlet tenis lapangan.
Kepergian Ronny Pasla meninggalkan kesedihan mendalam, namun kisah kepahlawanannya di lapangan hijau akan terus hidup, khususnya momen ikonik saat ia berdiri tegak di hadapan Pelé. Ia akan selamanya dikenang sebagai penjaga gawang yang tangguh, profesional, dan salah satu legenda sejati yang menjadi kebanggaan Merah Putih.
