RADARCIREBON.TV Manchester United kembali terpeleset. Rentetan lima laga tanpa kalah terhenti setelah Setan Merah menyerah 0-1 dari Everton, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB, hasil yang membuat optimisme suporter kembali memudar.
Everton yang bermain dengan 10 orang sejak menit ke-13 justru mampu mencuri gol lewat aksi Kiernan Dewsbury-Hall di menit ke-29. United gagal mengejar ketinggalan hingga peluit panjang berbunyi.
Dua poin dari tiga pertandingan terakhir membuat perjalanan tim asuhan Ruben Amorim kembali dipertanyakan, terlebih dengan laga tandang ke markas Crystal Palace yang sudah menanti.
Baca Juga:Harapan Manchester United Tembus Lima Besar Pupus Usai Ditekuk EvertonManchester United Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain, Takluk 0-1 dari Everton
MU Tetap Buntu di Babak Kedua
Di babak kedua, MU berusaha meningkatkan tekanan. Dalam sepuluh menit awal setelah jeda, dua peluang emas tercipta, tetapi tidak mampu dimanfaatkan oleh lini serang mereka.
Joshua Zirkzee mendapat peluang emas pada menit ke-79 melalui skema di dalam kotak penalti, tetapi usahanya berhasil digagalkan oleh pertahanan Everton.
Walaupun menyerang habis-habisan hingga peluit akhir berbunyi, Manchester United tetap gagal mencetak gol. Peluit panjang menandai kekalahan yang sangat mengecewakan bagi pasukan Ruben Amorim.
Bertahan dengan Formasi yang Tak Efektif
Everton sebetulnya memberi “hadiah” ketika Idrissa Gueye dikartu merah pada menit ke-13. Dengan unggul jumlah pemain sejak awal, ini seharusnya menjadi momentum bagi United untuk tampil lebih agresif dan menekan.
Namun, alih-alih memaksimalkan situasi, United justru terlihat datar. Everton yang sempat goyah mampu menata ulang permainan, bahkan berhasil mencetak gol pada menit ke-29. Setelah unggul, The Toffees bertahan rapat dan United tidak mampu membongkar blok pertahanan tersebut.
Amorim tetap bersikukuh dengan sistem tiga bek dan dua wing-back, gaya yang tidak diperlukan untuk menghadapi tim yang hanya menunggu. United justru kekurangan pemain di lini serang, kalah jumlah dalam duel di area penting. Ketika tim membutuhkan perubahan signifikan, Amorim hanya melakukan penyesuaian kecil yang tidak mengubah arah pertandingan.
