RADARCIREBON.TV – Pergantian kepemimpinan di Anfield selalu menjadi peristiwa monumental, tetapi transisi dari Jürgen Klopp ke Arne Slot terasa jauh lebih berat dari biasanya. Slot tidak hanya menggantikan salah satu manajer paling dicintai dalam sejarah Liverpool, tetapi ia juga mewarisi tim yang baru saja melalui gejolak emosional dan fisik di akhir era Klopp. Pertanyaan besar yang kini menghantui setiap Kopite dan pengamat sepak bola adalah: Bisakah Arne Slot mencegah Liverpool mencatatkan rekor sebagai juara bertahan terburuk dalam sejarah Liga Inggris?
The Reds menuntaskan musim 2023/2024 dengan kekecewaan setelah sempat menjadi penantang gelar serius hingga pekan-pekan krusial. Mereka akhirnya finis di posisi ketiga, sebuah pencapaian yang terhormat, namun terasa antiklimaks mengingat harapan tinggi yang sempat membumbung. Kini, tantangan sebenarnya bukan hanya kembali menantang gelar, melainkan mempertahankan standar yang sudah ditetapkan oleh pendahulunya.
Sejak format Premier League diperkenalkan, ada beberapa kasus di mana tim juara bertahan mengalami kemerosotan drastis, tetapi ada satu rekor yang ingin dihindari oleh Liverpool. Chelsea memegang rekor sebagai juara bertahan dengan perolehan poin terburuk, yakni hanya mengumpulkan 50 poin pada musim 2015/2016 setelah memenangkan gelar di musim sebelumnya. Sementara itu, Leicester City pada musim 2016/2017 adalah tim juara bertahan dengan peringkat terendah, finis di posisi ke-12.
Baca Juga:Ironi Laskar Jawa Tengah di BRI Super League: Persis dan Persijap Terpuruk dengan Catatan Statistik KembarKetika Barcelona Terdiam: Warisan Pahit dari Kekalahan Historis Melawan Chelsea
Arne Slot, yang datang dari Feyenoord dengan reputasi sebagai pelatih yang gemar memainkan sepak bola menyerang dan intens, harus segera melakukan adaptasi dan refitting skuad. Liverpool memiliki fondasi yang kuat, tetapi beberapa pemain kunci menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau penurunan performa. Transisi taktik selalu membutuhkan waktu, dan tekanan untuk sukses instan di klub sebesar Liverpool sangatlah masif.
Tugas utama Slot adalah menyuntikkan energi baru, terutama di lini tengah dan depan, tanpa merusak struktur pertahanan yang telah dibangun dengan susah payah. Ia harus membuat keputusan krusial mengenai nasib pemain senior dan mengintegrasikan bakat-bakat muda dengan mulus. Lebih dari sekadar taktik, Slot harus mengelola ekspektasi publik dan mengisi kekosongan karisma yang ditinggalkan oleh Klopp, yang selalu menjadi supporter ke-12 tim.
