Curtis Jones Buka Suara: Inilah yang Hilang dari Jantung Permainan Liverpool

Curtis jones pemain bola liverpool
Foto @curtisjones
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Periode gelap tengah menyelimuti Anfield, sebuah kondisi yang membuat para penggemar tegar Liverpool harus menelan pil pahit kekecehan secara beruntun. Di tengah pusaran hasil negatif yang terus mendera, salah satu pemain didikan akademi klub, Curtis Jones, tampil ke depan menyuarakan kegelisahan yang ia rasakan dan mengungkap secara gamblang apa yang menurutnya telah hilang dari performa tim berjuluk The Reds belakangan ini.

Dalam dua belas pertandingan terakhir di semua kompetisi, catatan Liverpool sungguh memprihatinkan, hanya mampu meraih tiga kemenangan berbanding sembilan kekalahan. Pukulan telak terbaru datang dari kekalahan memalukan 1-4 di kandang sendiri saat menjamu PSV Eindhoven dalam lanjutan Liga Champions. Lini pertahanan Liverpool tampak begitu rapuh, dengan total 24 gol bersarang ke gawang mereka selama 12 laga tersebut, sementara mereka hanya mampu mencatatkan dua clean sheet.

Melihat situasi naik-turun yang dialami timnya, Jones mengakui ada banyak hal mendasar yang tidak berjalan sesuai harapan di lapangan. Gelandang muda tersebut menekankan bahwa kunci utama untuk bangkit adalah kembali ke dasar-dasar permainan yang seharusnya dimiliki oleh tim sekelas Liverpool.

Baca Juga:Sentuhan Emas Cristiano Ronaldo di Tengah Duka: Hadiah Menyentuh untuk Keluarga Diogo JotaMisi Hidup Mati Persib di Asia: Hodak Siapkan Kejutan Lawan Bangkok United

“Ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana,” ujar Jones dengan nada frustrasi. “Saya rasa hal-hal itu harus segera diubah. Kami harus lebih banyak berlari, kami harus bersaing lebih keras, dan kami harus lebih agresif di lapangan.”

Komentar ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan sebuah pengakuan jujur dari seorang pemain yang juga merupakan penggemar sejati klub. Kekalahan 1-4 dari PSV seolah menjadi titik nadir yang memicu kejujuran Jones. Ia bahkan kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa tidak dapat diterimanya performa tim. Jones merasa sudah melewati fase marah dan sedih, hingga mencapai titik di mana ia tak lagi bisa berkata-kata.

Bagi Jones, yang juga menyaksikan timnya dari sudut pandang suporter, kondisi ini adalah yang terburuk yang pernah ia saksikan. Ia menyerukan kepada rekan-rekan setimnya untuk kembali menunjukkan semangat juang, agresi, dan kemauan untuk “menghancurkan” lawan di setiap duel. Hal ini, menurutnya, harus dimulai dengan sikap mental yang benar: menjadi “seorang pria” di luar sana, yang rela menjegal dan berjuang layaknya “seekor anjing” di lapangan.

0 Komentar