Estudiantes La Plata Terjerat Kontroversi: Ketika Protes Berujung Sanksi Berat

Juan Sebastian Veron
Kontroversi melanda Estudiantes La Plata! Aksi protes berujung sanksi berat bagi klub dan presidennya. Bagaimana pendapatmu tentang kejadian ini? Foto: Instagram @juansebastian.veron
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Klub sepak bola Argentina, Estudiantes La Plata, tengah menjadi sorotan utama setelah aksi protes kontroversial yang dilakukan oleh para pemainnya. Insiden ini tidak hanya memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola, tetapi juga berujung pada sanksi berat dari Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), termasuk larangan bagi presiden klub, Juan Sebastian Veron, untuk terlibat dalam kegiatan sepak bola selama enam bulan.

Semuanya bermula saat Estudiantes menjamu Rosario Central dalam babak 16 besar playoff Clausura. Rosario Central, yang dinobatkan sebagai juara Liga Argentina, menjadi sasaran protes dari para pemain Estudiantes. Mereka melakukan guard of honor dengan membelakangi pemain lawan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap perubahan format liga yang dianggap merugikan.

Aksi ini segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak sportif dan mencoreng citra sepak bola Argentina. AFA pun tidak tinggal diam dan segera melakukan investigasi untuk menentukan sanksi yang pantas.

Baca Juga:Ramalan Zodiak Libra: Akhir November 2025, Saatnya Mencari Keseimbangan dan Harmoni!Ramalan Zodiak Virgo: Akhir November 2025, Saatnya Fokus pada Detail dan Efisiensi!

Setelah melalui proses investigasi, AFA menjatuhkan serangkaian sanksi yang cukup berat. Juan Sebastian Veron, sebagai presiden klub, menjadi pihak yang paling terkena dampak. Ia dilarang terlibat dalam kegiatan sepak bola selama enam bulan karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas instruksi protes tersebut.

“Keputusan tersebut merujuk pada Pasal 12 Kode Disiplin AFA, dengan pertimbangan bahwa instruksi melakukan protes berasal langsung dari sang presiden,” jelas AFA dalam pernyataan resminya.

Selain Veron, para pemain Estudiantes juga mendapatkan sanksi berupa larangan bermain dalam dua pertandingan, yang akan berlaku pada tahun 2026. Santiago Nunez, yang menjadi kapten tim dalam pertandingan tersebut, dilarang menjadi kapten selama tiga bulan ke depan. Estudiantes juga dikenai denda administratif yang setara dengan nilai 4.000 tiket pertandingan umum.

Sanksi ini tentu menimbulkan berbagai reaksi dari kalangan penggemar sepak bola. Ada yang mendukung tindakan tegas AFA untuk menjaga sportivitas, namun ada pula yang menilai sanksi tersebut terlalu berat dan tidak proporsional.

Bagi Estudiantes, sanksi ini menjadi pukulan berat. Selain kehilangan presiden klub untuk sementara waktu, mereka juga harus menghadapi dampak finansial akibat denda yang dikenakan. Para pemain juga harus menanggung konsekuensi dari tindakan protes yang mereka lakukan.

0 Komentar