Fenomena tumbler juga terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Starbucks Indonesia lebih dulu mengikuti tren dengan menawarkan produk dan diskon kepada pelanggan yang menggunakan tumbler di hari-hari tertentu.
Mereknya lain seperti Corkcicle, 24Bottles, Hydro Flask, dan Chako Lab juga menyusul. Meskipun harganya dapat mencapai jutaan rupiah, hal ini tidak mengurangi minat masyarakat, meskipun ekonomi sedang lesu.
Minat yang tinggi ini ditanggapi dengan dibukanya gerai khusus untuk merek-merek internasional tersebut di Jakarta. Toko pertama Stanley di Indonesia dibuka tahun lalu di Grand Indonesia, Jakarta.
Baca Juga:Drama Pemanggilan: Greenwood Ditolak Pemain JamaikaSkuad Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: Marselino dan Tiga Pemain Abroad Masuk Daftar
Merek lokal juga ikut berpartisipasi. Salah satunya adalah kedai kopi Tuku yang produknya digunakan oleh Anita, yang membuat seluruh Indonesia heboh. Tumbler Tuku dijual dengan harga Rp 250. 000.
Kecintaan terhadap tumbler membuat banyak orang ingin memiliki lebih dari satu. Namun, hal ini juga menimbulkan perdebatan tersendiri.
Jika dianggap sebagai tren, ada kemungkinan tumbler-tumbler ini akan dilupakan di masa depan. Jika tidak digunakan lagi, tumbler-tumbler tersebut berpotensi menjadi sampah yang menambah beban pada tempat pembuangan akhir.
