Kemenangan Roma Ternoda Kritikan Pedas Gasperini: Pertahanan Bobrok Ancam Mimpi Eropa!

Gasperini
Meski menang atas Midtjylland, Gasperini tetap kecewa dengan performa pertahanan Roma yang dinilai terlalu mudah ditembus. Laga kontra Napoli menjadi ujian berat selanjutnya. Foto: Instagram @officialasroma
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – AS Roma berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Midtjylland dalam lanjutan Liga Europa di Stadion Olimpico, Jumat (28/11/2025) dini hari WIB. Gol-gol dari Neil El Aynaoui dan Stephan El Shaaraawy mengamankan tiga poin bagi Giallorossi. Namun, kemenangan ini tak mampu menutupi kekecewaan mendalam dari sang pelatih, Gian Piero Gasperini. Ia tanpa ragu melontarkan kritikan pedas terhadap rapuhnya lini pertahanan timnya, yang dinilai terlalu mudah dieksploitasi oleh lawan.

Meskipun Roma mendominasi penguasaan bola dengan 58% dan melepaskan 18 tembakan, Midtjylland mampu memberikan perlawanan sengit dan mencetak satu gol balasan melalui Paulinho. Fakta bahwa tim tamu mampu melepaskan 12 tembakan, dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang, menjadi bukti nyata bahwa pertahanan Roma masih menjadi titik lemah yang krusial.

Gasperini tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, kemenangan ini terasa hambar karena diwarnai dengan performa lini belakang yang jauh dari kata memuaskan. Ia menyadari betul bahwa kelemahan ini bisa menjadi masalah besar, terutama mengingat jadwal padat dan lawan-lawan tangguh yang menanti di depan mata.

Baca Juga:Ramalan Zodiak Libra: Akhir November 2025, Saatnya Mencari Keseimbangan dan Harmoni!Ramalan Zodiak Virgo: Akhir November 2025, Saatnya Fokus pada Detail dan Efisiensi!

“Kami kehilangan kesempatan untuk bermain lebih baik. Kami kebobolan banyak peluang. Kami perlu memulihkan energi dan memainkan gaya permainan yang berbeda pada hari Minggu,” ujar Gasperini dengan nada geram, seperti dikutip dari Football Italia.

Kritikan pedas Gasperini ini bukan tanpa alasan. Roma saat ini berada di posisi ke-14 klasemen Serie A dengan hanya mengumpulkan sembilan poin. Performa yang inkonsisten dan rapuhnya lini pertahanan menjadi faktor utama yang menghambat laju Il Lupi di kompetisi domestik. Mimpi untuk kembali berlaga di kompetisi Eropa pun semakin menjauh jika masalah ini tak segera diatasi.

Apalagi, di pertandingan selanjutnya, Roma akan menghadapi ujian berat melawan juara bertahan Serie A, Napoli. Tim asuhan Luciano Spalletti dikenal memiliki lini serang yang sangat mematikan. Jika pertahanan Roma tak segera dibenahi, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi bulan-bulanan Partenopei di laga tersebut.

Gasperini memiliki tugas berat untuk membenahi lini pertahanan Roma dalam waktu singkat. Ia harus mampu meningkatkan koordinasi antar pemain belakang, memperbaiki transisi dari menyerang ke bertahan, dan memberikan kepercayaan diri kepada para pemainnya. Selain itu, ia juga perlu mencari solusi alternatif jika beberapa pemain kunci mengalami cedera atau akumulasi kartu.

0 Komentar