RQDARCIREBON.TV — Penyelidikan Polresta Cirebon akhirnya menyingkap satu kenyataan pahit: Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, telah menjadi titik akhir distribusi solar subsidi yang dicuri dan dijual kembali dengan harga non-subsidi oleh sindikat terorganisir. J dan Y, dua pelaku yang ditangkap, hanyalah wajah depan dari operasi gelap yang memanfaatkan celah pelabuhan untuk menyalurkan BBM ilegal.
Kasus yang diungkap pada Jumat (28/11/2025) itu memperlihatkan bagaimana Kejawanan dijadikan terminal gelap bagi solar selundupan, tempat pasokan subsidi dari Brebes dan Gebang “dicuci identitasnya” sebelum dilepas ke pembeli tanpa hak.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa Kejawanan menjadi tujuan akhir yang sangat strategis bagi para pelaku penyalahgunaan solar bersubsidi.
Baca Juga:Nelayan Minta Pembelian Solar Bersubsidi Tidak Dipersulit – VideoUpdate Harga BBM Agustus 2025: Bensin Turun, Solar Non-Subsidi Naik
“Pelabuhan Kejawanan digunakan sebagai titik distribusi utama. Solar subsidi yang diambil dari SPBU, kemudian dipindahkan ke tangki besar, dijual kembali dengan harga non-subsidi kepada pihak-pihak di area pelabuhan,” tegas Sumarni dalam gelar perkara.
Modus sindikat ini bekerja rapi. Solar bersubsidi yang dikuras dari SPBU Brebes masuk ke Cirebon dengan truk modifikasi. Setelah terkumpul, BBM itu dipindahkan ke truk tangki berkapasitas 8.000 liter bertuliskan PT Danendra Samudra Niaga, seolah-olah angkutan resmi.
Dari situlah perjalanan terakhir dimulai: tangki itu langsung menuju Pelabuhan Kejawanan. Di area pelabuhan ini, solar subsidi berubah status: Masuk sebagai subsidi,Keluar sebagai solar non-subsidi, Dijual dengan harga non Subsidi, Mengalir ke pihak-pihak yang butuh BBM tanpa bertanya asalnya. Pelabuhan Kejawanan dengan aktivitas dermaga, kapal, industri galangan, dan logistik menjadi pasar yang sempurna. Permintaan BBM tinggi. Pengawasan renggang. Dan pelaku memanfaatkan semua celah itu.
“Solar itu ditampung melalui rangkaian kendaraan modifikasi, lalu dikirim ke Kejawanan. Ini bukan kegiatan spontan, tapi kegiatan terstruktur dengan tujuan distribusi yang jelas,” kata Sumarni.
Barang bukti yang diamankan polisi membuka gambaran betapa besar permintaan dan pasokan yang digelapkan: 170 barcode kendaraan, 640 plat nomor, 4 truk diesel modifikasi, 1 truk tangki 8.000 liter, Peralatan pengalihan BBM (pompa, kempu, jeriken, tangki kosong).
