RADARCIREBON.TV – Pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 menyajikan super big match yang mempertemukan dua tim dengan momentum dan tekanan yang sangat berbeda: Borneo FC melawan Bali United. Pertandingan ini akan digelar pada Minggu (30/11/2025) pukul 15.30 WIB di Stadion Segiri, Samarinda, dan disiarkan langsung oleh Indosiar dan Vidio. Venue tersebut diprediksi menjadi tempat ujian terberat bagi tim tamu.
Borneo FC memasuki laga ini dengan status superioritas yang nyaris tak tertandingi. Sejak pekan pertama, Pesut Etam asuhan Fabio Lefundes mencatatkan rekor kemenangan sempurna di kandang. Kedalaman skuad yang merata, dikombinasikan dengan taktik jitu Lefundes, telah menjadikan Borneo FC sebagai pemimpin klasemen yang sulit digeser. Kemenangan pada laga ini menjadi sangat krusial karena dapat memperlebar jurang poin dengan pesaing terdekat mereka, Persija Jakarta, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak.
Kepercayaan Diri Penuh dan Ancaman “Pemain ke-12”
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menunjukkan kepercayaan diri tinggi, yang didorong oleh keuntungan bermain di kandang sendiri. Ia bahkan secara terbuka meminta dukungan penuh suporter, menyebut mereka sebagai “pemain ke-12” yang sangat penting. Permintaannya bukan tanpa dasar; lebih dari 9.000 tiket pertandingan ini dilaporkan telah terjual, menyiratkan atmosfer Segiri akan sangat intimidatif, seperti yang terjadi saat mereka menundukkan Madura United pekan lalu. Dukungan penuh supporter ini diharapkan menjadi faktor pembeda krusial melawan tim sekelas Bali United.
Baca Juga:Banjir Kepung Thailand Sepekan Jelang SEA Games 2025Kamboja Mundur Total, Timnas U23 Indonesia Dihadang Format Group of Three!
“Lawan bermain dengan 11 orang, sedangkan kami di sini bermain dengan 12 pemain. Kami sangat mengapresiasi suporter karena selalu hadir. Semoga nanti bisa penuh,” tegas Lefundes, membenarkan Stadion Segiri telah menjelma menjadi benteng yang tak tertembus.
Tekanan Berat di Pundak Johnny Jansen dan Thijmen Goppel
Di sisi lain, Bali United datang ke Samarinda dalam kondisi mental yang tertekan. Serdadu Tridatu hanya mampu memenangkan satu dari lima pertandingan terakhir mereka, membuat posisi pelatih Johnny Jansen berada di ujung tanduk.
Tekanan bagi Jansen semakin besar karena ia memikul target berat dari manajemen klub: harus mengumpulkan total 28 poin di putaran pertama. Untuk mencapai target ambisius tersebut, Bali United praktis harus memenangkan hampir semua pertandingan tersisa, yang dimulai dengan laga away paling sulit melawan Borneo FC. Kegagalan mencapai ekspektasi ini diyakini akan membawa konsekuensi serius. Hal ini membuat skuad Bali United, yang dipimpin oleh pemain seperti Thijmen Goppel, harus bermain tanpa cela dan mengatasi tekanan ganda, baik dari lawan maupun dari internal klub.
