RADARCIREBON.TV – Nama Timur Kapadze kembali menarik perhatian setelah dirinya melepaskan posisinya sebagai pelatih Uzbekistan. Keputusan tersebut diambil tak lama setelah federasi menunjuk Fabio Cannavaro sebagai pelatih utama. Sejak saat itu, desas-desus tentang kemungkinan dirinya mengambil alih kursi pelatih Timnas Indonesia semakin berkembang, terutama setelah ia hadir di Jakarta untuk suatu acara promosi pariwisata.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai kesempatan penanganan Skuad Garuda, Kapadze mengenang sebuah momen yang sangat berkesan ketika ia berhadapan langsung dengan Timnas Indonesia U-23. Pertemuan ini terjadi pada semifinal Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, di mana Uzbekistan berhasil menang dengan skor 2-0.
Dalam pertandingan tersebut, Uzbekistan mencetak gol pertama melalui Khusayin Norchaev pada menit ke-68. Gol kedua diperoleh karena kesalahan Pratama Arhan menjelang akhir laga. Pertandingan itu juga diwarnai dengan kartu merah untuk kapten Indonesia U-23, Rizky Ridho. Kekalahan ini membuat Garuda Muda harus berhadapan dengan Irak dalam perebutan tempat ketiga sekaligus tiket Olimpiade Paris 2024 laga yang berujung pada kekalahan juga.
Baca Juga:Striker Timnas Indonesia Miliano Jonathans Masuk Daftar Pemain Hadapi Real BetisLAFC Perpanjang Kontrak Adrian Wibowo hingga 2027, Tegaskan Komitmen pada Talenta Muda
Walaupun hasilnya sangat menyakitkan bagi Indonesia, bagi Kapadze, pertandingan itu justru memberikan kesan yang mendalam. Kepada media Uzbekistan, ia mengungkapkan bahwa duel tersebut merupakan evaluasi akhir dari semua proses yang ia jalani selama tiga tahun bersama skuad muda tersebut. Ketegangan dalam pertandingan, suasana di stadion, serta usaha kedua tim menjadikan laga itu sebagai pengalaman yang tak terlupakan.
Menurutnya, pertempuran melawan Indonesia lebih dari sekadar strategi, tetapi merupakan ujian puncak bagi Uzbekistan U-23 sebelum mendapatkan tiket Olimpiade. Ia menilai laga itu sebagai salah satu pertandingan paling krusial dalam karier kepelatihannya.
Namun, ada satu elemen lain yang sangat berkesan baginya: dukungan luar biasa dari suporter Indonesia. Meskipun bermain jauh dari rumah, para pendukung Indonesia memenuhi hampir seluruh kursi stadion. Dari total kapasitas 10 ribu penonton, tercatat 8. 792 orang hadir, dan sebagian besar merupakan pendukung Garuda Muda.
Suporter Uzbekistan hanya menempati satu sudut kecil dari stadion. Di sisi lain, nyanyian dan sorakan dari penggemar Indonesia terus mengalun sepanjang pertandingan, menciptakan atmosfer yang bagi Kapadze terasa luar biasa menggugah semangat.
