Beberapa pemain Thailand menyebut bahwa laga uji coba tersebut menjadi pengalaman berharga. Mereka belajar bagaimana bertahan melawan tim yang lebih cepat, lebih teknis, bahkan lebih agresif. Dengan begitu, ketika kembali ke level Asia Tenggara, mereka tidak lagi kaget menghadapi intensitas pertandingan.
•Regenerasi Besar-besaran: Pemain Muda Jadi Andalan
Thailand dikenal memiliki akademi sepak bola yang kuat, dan SEA Games 2025 menjadi panggung bagi generasi baru. Pelatih memanggil sejumlah pemain muda yang tampil impresif di Thai League 1 dan 2.
Di antara nama-nama yang mencuri perhatian adalah trio lini serang mereka yang disebut-sebut sebagai “The New Golden Boys”. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan mereka membaca ruang diklaim menjadi senjata utama Thailand di turnamen mendatang.
Baca Juga:Matcha vs Taro: Pertarungan Dua Rasa Kekinian yang Merebut Hati Gen Z, Mana yang Lebih Populer?Mau Ganti HP Tanpa Bikin Dompet Menjerit? Ini 5 Online Store Terpercaya, Kredit Mudah dan Aman
Gelandang bertahan andalan Thailand juga menjadi sorotan. Pemain yang baru berusia 20 tahun itu mendapat pujian karena kedewasaannya dalam mengatur tempo permainan. Banyak pengamat menilai ia memiliki karakter yang mirip dengan legenda Thailand, Thitipan Puangchan, ketika masih muda.
Tidak hanya pemain lokal, beberapa talenta muda keturunan Thailand yang bermain di Eropa juga sedang dipantau. FAT bahkan dikabarkan siap memfasilitasi kepulangan mereka demi memperkuat tim SEA Games.
•Kekuatan Mental Jadi Fokus Utama
Pelatih Thailand menyadari bahwa bakat saja tidak cukup. Banyak pertandingan penting di SEA Games sebelumnya gagal mereka menangkan hanya karena kesalahan mental: kehilangan fokus di menit akhir, tegang saat adu penalti, atau terpancing permainan lawan.
Oleh karena itu, tim pelatih menghadirkan program khusus untuk menguatkan mental para pemain. Mereka bekerja sama dengan psikolog olahraga dan mengadakan sesi simulasi pertandingan bertekanan tinggi, termasuk latihan penalti dengan crowd noise buatan.
“SEA Games bukan hanya tentang teknik. Anda harus siap menghadapi tekanan dari suporter, ekspektasi bangsa, dan momen-momen sulit,” kata pelatih fisik Thailand. “Kami ingin memastikan para pemain tidak hanya bugar, tetapi juga berani.”
•Thailand Pantau Rival Utama: Indonesia, Vietnam, dan Malaysia
Ambisi besar Thailand tentu tidak datang tanpa perhitungan. Mereka memahami bahwa medan tempur SEA Games 2025 akan sangat berat. Indonesia saat ini tengah berada dalam era keemasan pemain muda, Vietnam memiliki sistem permainan yang disiplin, dan Malaysia selalu tampil ngotot di turnamen ini.
