RADARCIREBON.TV – Manchester United kembali gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi Bournemouth dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Pertandingan yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan justru berakhir dengan kekecewaan bagi Setan Merah. Alih-alih mengamankan kemenangan, performa inkonsisten membuat laga ini berakhir tanpa hasil sesuai target.
Sejak awal pertandingan, Manchester United sebenarnya tampil cukup dominan dalam penguasaan bola. Serangan dibangun melalui lini tengah dengan mengandalkan kreativitas Bruno Fernandes. Namun, dominasi tersebut tidak sepenuhnya diiringi efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Banyak peluang yang terbuang, sementara Bournemouth mampu bertahan dengan disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya.
Bruno Fernandes dalam Tekanan Ekspektasi
Sebagai kapten sekaligus motor permainan, Bruno Fernandes menjadi salah satu pemain yang paling disorot. Gelandang asal Portugal itu terlihat aktif mengatur tempo dan mencoba membuka ruang melalui umpan-umpan progresif. Sayangnya, sejumlah keputusan yang diambilnya di momen krusial justru tidak berjalan sesuai harapan.
Baca Juga:Tenang dan Mematikan, Rahmat Erwin Abdullah Sumbang Medali ke-58 Indonesia di SEA Games 2025Medali ke-57 Indonesia di SEA Games 2025 Disumbang Triathlon, Bukti Konsistensi Prestasi Multicabang
Beberapa peluang emas gagal dimaksimalkan, baik melalui tembakan langsung maupun skema bola mati. Hal ini memicu kritik dari berbagai pihak, mengingat peran Bruno Fernandes yang sangat sentral dalam permainan Manchester United. Ketika sang kapten tidak berada dalam performa terbaik, aliran serangan tim pun ikut tersendat.
Diogo Dalot dan Masalah di Lini Belakang
Selain Bruno Fernandes, nama Diogo Dalot juga tak luput dari sorotan. Bek kanan Manchester United tersebut dinilai kurang solid dalam menjaga sektor pertahanan. Beberapa kali, pergerakannya meninggalkan celah yang dimanfaatkan Bournemouth untuk melancarkan serangan.
Meski Dalot tetap aktif membantu serangan dari sisi sayap, kontribusinya di lini belakang dianggap belum maksimal. Koordinasi dengan rekan setim di sektor pertahanan terlihat kurang rapi, terutama saat menghadapi transisi cepat dari Bournemouth. Situasi ini membuat Manchester United harus bekerja ekstra keras untuk menjaga gawang tetap aman.
Inkonsistensi yang Masih Menghantui
Hasil imbang ini kembali menegaskan masalah klasik Manchester United musim ini, yakni inkonsistensi performa. Dalam beberapa pertandingan, Setan Merah mampu tampil meyakinkan, namun di laga lainnya justru kehilangan fokus dan ketajaman.
