RADARCIREBON.TV- Baru-baru ini warga Surabaya (dan netizen se-Indonesia) dibuat geram dengan berita viral Nenek Elina, seorang lansia berusia 80 tahun yang diusir paksa dari rumahnya sendiri.
Nggak cuma diusir, kabarnya rumah Nenek Elina di kawasan Lontar, Sambikerep, sampai dirobohkan menggunakan alat berat oleh oknum ormas.
Kejadian ini benar-benar memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Berikut adalah rangkuman perkembangan terbarunya:
1. Pemkot Surabaya Nggak Tinggal Diam: Bentuk Satgas Anti-Premanisme
Baca Juga:Anti Busuk dan Nggak Rewel, Ini 7 Jenis Tanaman Paling Cocok Dipelihara Saat Musim HujanBikin Dompet Gemetar! Ini 7 Tanaman Hias Termahal di Dunia, Ada yang Tembus Rp80 Miliar!
Melihat tindakan semena-mena yang menimpa Nenek Elina, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, langsung mengambil langkah tegas. Pemkot Surabaya resmi membentuk Satgas Anti-Premanisme.
Eri Cahyadi menegaskan kalau Surabaya itu kota yang menjunjung tinggi hukum dan kemanusiaan. “Meskipun dalam hal kebenaran telah punya data semuanya, tapi kekerasan tolong tinggalkan dari Surabaya karena Surabaya dibangun dengan kekeluargaan dan dibangun dengan dasar agama dan Pancasila,” katanya.
Satgas ini nantinya bakal berisi gabungan dari Pemkot, TNI, dan Polri untuk memastikan kejadian serupa nggak terulang lagi. Jadi, buat siapa pun yang mau main hakim sendiri atau pakai gaya preman di Surabaya, siap-siap saja berhadapan dengan satgas ini.
2. Polda Jatim Segera Tetapkan Tersangka
Kasus ini sudah masuk ke meja hijau. Polda Jatim bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah Nenek Elina melaporkan kejadian pengeroyokan dan pengusiran yang dialaminya.
Kabar terbaru menyebutkan kalau polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari pihak keluarga Nenek Elina sampai oknum-oknum ormas yang terlibat.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa status kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan, yang artinya penetapan tersangka tinggal menunggu waktu saja.
Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik perusakan rumah tersebut dan siapa saja yang tega menyeret Nenek Elina keluar rumah secara paksa.
3. Dukungan dari Wakil Wali Kota “Cak Ji”
Baca Juga:Nggak Perlu Mahal! Ini 7 Tanaman Murah yang Bikin Rumah Langsung EstetikDaftar Lengkap Pembalap Moto2 2026, Mario Suryo Aji Duet dengan Taiyo Furusato
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji), juga pasang badan dalam kasus ini. Sejak awal kasus ini mencuat, Cak Ji langsung mendatangi lokasi dan menemui Nenek Elina.
Ia mengecam keras tindakan oknum ormas tersebut dan menyebut bahwa eksekusi lahan seharusnya lewat jalur pengadilan yang sah, bukan dengan mendatangkan massa apalagi menghancurkan bangunan tanpa izin.
