RADARCIREBON.TV – Tahun 2025 menjadi lembaran sejarah yang tak terlupakan bagi dunia tenis tanah air, khususnya bagi sosok Janice Tjen. Petenis putri kebanggaan Indonesia ini berhasil mengukir catatan prestasi yang luar biasa sepanjang musim, mempertegas dominasinya tidak hanya di level regional, tetapi juga di panggung internasional. Perjalanan kariernya di tahun ini ditutup dengan torehan yang sangat manis, di mana ia berhasil menembus jajaran elit petenis dunia dengan menempati peringkat 53 WTA.
Keberhasilan Janice Tjen meraih posisi tersebut bukanlah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi tinggi dalam mengikuti berbagai turnamen bergengsi. Sepanjang tahun 2025, ia tercatat aktif berkompetisi di arena Grand Slam dan WTA Tour. Puncaknya, Janice berhasil mengamankan gelar juara di turnamen WTA 250 yang berlangsung di Chennai Open. Kemenangan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tenis putri Indonesia kembali diperhitungkan di kancah global. Pencapaian ini sekaligus membawa harapan besar bagi masa depan tenis Indonesia di turnamen-turnamen mayor mendatang.
Namun, daya tarik utama dari performa Janice tahun ini tetap terletak pada dedikasinya membela Merah Putih di ajang multievent paling bergengsi se-Asia Tenggara. Kisah Janice Tjen tutup tahun 2025 raih SEA Games menjadi sorotan utama karena ia berhasil menyabet dua medali emas sekaligus. Emas pertama didapatkan melalui nomor beregu putri, di mana kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama. Sementara emas kedua diraih pada nomor ganda putri saat ia berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Meski sempat didera cedera yang membuatnya harus puas dengan medali perunggu di nomor tunggal putri, semangat juang Janice tetap patut diacungi jempol.
Baca Juga:Bikin Foto Estetik Instan dengan Prompt Gemini AI Malam Tahun Baru Keren dengan Suasana Kembang ApiArsenal Akhiri 11 Kemenangan Beruntun The Villains, Kokohkan Dominasi di Puncak!
Momen mengharukan sempat terjadi saat prosesi penyerahan medali emas di Thailand. Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, pengeras suara di lokasi tiba-tiba mati karena kendala teknis. Alih-alih merasa canggung, Janice bersama Aldila dan para suporter Indonesia yang hadir justru terus bernyanyi dengan lantang hingga lagu selesai. Insiden ini justru menambah kesan emosional pada perolehan prestasinya di SEA Games kali ini.
Menatap tahun 2026, Janice tidak lantas berpuas diri. PP Pelti sendiri sudah memasang target tinggi agar petenis berusia 23 tahun ini bisa menembus peringkat 30 besar dunia. Target ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menuju Olimpiade 2028. Dengan bekal rasa syukur dan kerja keras yang ia tunjukkan sepanjang 2025, Janice Tjen optimis bisa terus meningkatkan level permainannya dan membawa nama Indonesia terbang lebih tinggi lagi di kancah tenis internasional.
