Harga Lebih Terjangkau, Risiko Tak Terlihat? Mengupas Tuntas Plus-Minus Membeli Mobil Listrik Bekas

Mobil Listrik
Seiring bertambahnya populasi mobil listrik baru, pasar mobil listrik bekas pun mulai terbentuk. Foto: Radar Malang/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Perkembangan mobil listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terbilang pesat.

Didukung kebijakan pemerintah, insentif pajak, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik perlahan mulai menjadi pilihan alternatif. Seiring bertambahnya populasi mobil listrik baru, pasar mobil listrik bekas pun mulai terbentuk. Pertanyaannya, apakah membeli mobil listrik bekas benar-benar worth it, atau justru menyimpan risiko tersembunyi?

Topik ini semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang mendorong konsumen untuk mencari kendaraan dengan harga lebih terjangkau, namun tetap efisien dalam jangka panjang. Mobil listrik bekas kerap dipandang sebagai jalan tengah: lebih murah dari unit baru, tapi tetap menawarkan teknologi modern dan biaya operasional rendah.

Baca Juga:Mimpi Biru di Asia: Zulio Cesar Penuh Keyakinan Persib Bandung Siap Melaju Jauh di AFC Champions League 2Gagal Amankan Antoine Semenyo, Man United Alihkan Bidikan ke Target Alternatif Demi Perkuat Lini Serang

Daya Tarik Utama: Harga Jauh Lebih Murah

Salah satu alasan utama konsumen melirik mobil listrik bekas adalah harga. Penurunan nilai mobil listrik cenderung lebih cepat dibanding mobil konvensional, terutama pada generasi awal. Hal ini membuat harga unit bekasnya turun cukup signifikan hanya dalam beberapa tahun pemakaian.

Bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara mobil listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, kondisi ini jelas menguntungkan. Dengan budget yang sama, pembeli bisa mendapatkan mobil listrik dengan fitur yang sebelumnya hanya tersedia di kelas harga lebih tinggi.

Biaya Operasional yang Tetap Rendah

Keunggulan lain mobil listrik, baik baru maupun bekas, terletak pada biaya operasional. Tanpa bahan bakar fosil, pemilik hanya perlu mengandalkan listrik untuk pengisian daya. Selain itu, komponen mesin mobil listrik relatif lebih sederhana, sehingga perawatan rutin seperti ganti oli mesin tidak diperlukan.

Dalam penggunaan harian, mobil listrik bekas tetap menawarkan efisiensi yang sama seperti unit baru, selama kondisi baterai masih optimal. Inilah yang membuat mobil listrik bekas tetap menarik bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di dalam kota.

•Baterai Jadi Faktor Penentu Nilai

Namun, pembahasan mobil listrik bekas tidak bisa dilepaskan dari satu komponen krusial: baterai. Baterai merupakan komponen paling mahal dalam mobil listrik dan memiliki usia pakai terbatas. Seiring waktu dan jumlah siklus pengisian, kapasitas baterai akan mengalami degradasi.

0 Komentar