Kondisi baterai sangat menentukan apakah mobil listrik bekas masih layak dibeli. Penurunan kapasitas berarti jarak tempuh semakin pendek, yang dapat mengurangi kenyamanan dan fungsi kendaraan. Oleh karena itu, calon pembeli perlu memastikan kesehatan baterai melalui riwayat servis atau pengecekan resmi.
•Biaya Penggantian Baterai Masih Tinggi
Meski teknologi baterai terus berkembang, biaya penggantian baterai mobil listrik hingga saat ini masih tergolong mahal. Pada beberapa model, biaya ini bahkan bisa mendekati setengah harga mobil bekas itu sendiri.
Inilah risiko terbesar yang harus diperhitungkan. Jika baterai sudah mendekati akhir masa pakainya dan tidak lagi dilindungi garansi, pembeli berpotensi menghadapi biaya besar di masa depan. Oleh sebab itu, memahami sisa masa garansi baterai menjadi hal yang sangat penting sebelum memutuskan membeli.
•Ketersediaan Infrastruktur dan Servis
Baca Juga:Mimpi Biru di Asia: Zulio Cesar Penuh Keyakinan Persib Bandung Siap Melaju Jauh di AFC Champions League 2Gagal Amankan Antoine Semenyo, Man United Alihkan Bidikan ke Target Alternatif Demi Perkuat Lini Serang
Selain baterai, faktor lain yang patut dipertimbangkan adalah infrastruktur pengisian daya dan layanan purna jual. Meski jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terus bertambah, ketersediaannya belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Mobil listrik bekas dengan merek yang memiliki jaringan servis luas tentu lebih aman dipilih. Ketersediaan suku cadang, teknisi terlatih, dan pembaruan perangkat lunak juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa kendaraan.
•Nilai Jual Kembali dan Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi mobil listrik yang sangat cepat juga memengaruhi nilai jual kembali. Model yang dianggap canggih beberapa tahun lalu bisa terasa tertinggal dibanding generasi terbaru yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh dan fitur lebih lengkap.
Hal ini membuat mobil listrik bekas memiliki risiko depresiasi lanjutan. Namun bagi pembeli yang berencana menggunakan kendaraan dalam jangka panjang, faktor ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah.
•Cocok untuk Siapa Mobil Listrik Bekas?
Mobil listrik bekas dinilai cocok bagi konsumen dengan kebutuhan mobilitas harian yang relatif stabil dan jarak tempuh tidak terlalu jauh. Pengguna yang tinggal di perkotaan, memiliki akses pengisian daya di rumah atau kantor, serta tidak sering melakukan perjalanan jauh, cenderung akan merasakan manfaat maksimal.
