RADARCIREBON.TV – Tahun 2026 akan menjadi fase yang sangat sibuk bagi sepak bola internasional, termasuk bagi Timnas Indonesia senior. FIFA bersama konfederasi regional telah menetapkan sejumlah jadwal penting yang wajib dimaksimalkan oleh setiap negara sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen besar, termasuk Piala Asia.
Agenda internasional Timnas Indonesia pada 2026 diawali dengan FIFA Series yang dijadwalkan berlangsung pada 23–31 Maret. Turnamen ini dirancang sebagai ajang pertandingan persahabatan antarnegara lintas konfederasi. Bagi tim nasional, FIFA Series memiliki peran strategis sebagai ruang eksperimen bagi pelatih untuk mencoba komposisi pemain baru, menyempurnakan skema permainan, serta mendongkrak peringkat FIFA melalui laga resmi.
Setelah itu, kalender berlanjut ke FIFA Matchday periode Juni yang berlangsung pada 1–9 Juni. Pada fase ini, sebagian besar negara biasanya melakoni pertandingan kualifikasi turnamen utama atau laga uji coba berlevel tinggi. Bagi Timnas Indonesia, Matchday Juni berpotensi menjadi fondasi penting untuk membangun konsistensi performa sebelum memasuki paruh akhir tahun kompetisi internasional.
Baca Juga:Jadwal dan Prediksi Bournemouth vs Arsenal: The Gunners Awali 2026 dengan Misi Menjauh di Puncak Liga InggrisHasil Persebaya vs Persijap: Bajul Ijo Pesta Gol 4-0, Francisco Rivera Jadi Pembeda
Memasuki semester kedua 2026, fokus publik sepak bola nasional akan tertuju pada Piala AFF yang digelar pada 21 September hingga 6 Oktober. Turnamen regional Asia Tenggara ini selalu menyita perhatian karena sarat gengsi dan rivalitas. Selain menjadi ajang perebutan supremasi kawasan, Piala AFF juga kerap dijadikan barometer perkembangan kekuatan Timnas Indonesia di level regional, terutama dalam konteks pembinaan jangka panjang.
Usai Piala AFF, agenda internasional ditutup dengan FIFA Matchday November yang berlangsung pada 9–17 November. Periode ini biasanya dimanfaatkan untuk laga-laga penentuan, baik dalam kualifikasi turnamen internasional maupun pertandingan persahabatan terakhir sebelum memasuki tahun berikutnya. Matchday November juga menjadi kesempatan krusial untuk memperbaiki peringkat FIFA dan mematangkan kerangka tim.
Di sisi lain, FIFA juga sempat memperkenalkan rencana FIFA ASEAN Cup sebagai turnamen yang bertujuan meningkatkan daya saing negara-negara Asia Tenggara di panggung global. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut ajang tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi perkembangan sepak bola kawasan, meski hingga kini belum ada kepastian lanjutan terkait pelaksanaannya.
