Pasca kebakaran Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon yang menghanguskan sekitar 210 unit los pasar, Pemerintah Desa langsung bergerak melakukan musyawarah untuk membangun pasar darurat. Sedikitnya 165 unit kios pasar darurat akan dipersiapkan panitia, Sabtu pagi.
Paska kebakaran Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon yang menghanguskan sekitar 210 unit los pasar, Pemdes langsung bergerak melakukan musyawarah untuk membangun pasar darurat. Sedikitnya 165 unit kios pasar darurat akan dipersiapkan panitia, Sabtu pagi.
Kuwu Lemahabang Kulon, Rudiyana menjelaskan, dalam paska kebakaran pihaknya langsung melakukan pendataan terhadap para pedagang terdampak. Dari 210 los yang ludes terbakar, ada sekitar 185 pedagang yang memang masih aktif berjualan, karena beberapa di antara pedagang ada yang memiliki 2-3 los.
Baca Juga:Dishub Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Di Bidang Perhubungan – Video3 Titik Area Perbukitan Desa Cigobang Rawan Longsor – Video
Dari hasil pendataan tersebut, Pemdes dan panitia yang sudah dibentuk mengumpulkan para pedagang yang terdampak dan mencarikan solusi paska terkena musibah. Akhirnya disepakati untuk membangun pasar sementara yang akan ditempatkan di sekitar lokasi pasar yang terbakar, dengan memanfaatkan sepanjang jalan menuju lokasi pasar.
Dari hasil pemetaan panitia, sedikitnya tergambar ada sekitar 165 kios pasar darurat dengan ukuran 2×3 meter, untuk menampung semua pedagang yang terdampak kebakaran. Dalam pembangunan pasar darurat mendapat dukungan beberapa pihak; selain dari swadaya pedagang, kehadiran dua anggota dewan yang merasa prihatin dan peduli, mereka mensupport bantuan materi untuk pembangunan pasar darurat yang segera akan dibangun.