Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mencatat ribuan ruang kelas Sekolah Dasar dan Menengah Pertama masih dalam kondisi rusak. Pemerintah daerah mengaku menunggu tambahan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat.
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mencatat, pada awal tahun dua ribu dua puluh lima, terdapat seribu dua ratus delapan puluh enam ruang kelas Sekolah Dasar yang mengalami kerusakan. Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama, Disdik mencatat masih terdapat delapan ratus delapan puluh satu ruang kelas yang rusak.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, sebagian besar kerusakan ruang kelas disebabkan oleh usia bangunan, kondisi tekstur tanah, serta adanya rayap di sejumlah lokasi. Beberapa sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat, di antaranya SMP Negeri Dua Gunung Jati, SMP Negeri Satu Pangenan, dan SMP Negeri Dua Pangenan.
Baca Juga:Ribuan Penumpang Kembali Ke Jakarta Usai Libur Nataru – VideoPJU Ornamen Khas Cirebon Lebih Percantik Wajahnya Kota – Video
Untuk menangani permasalahan, Dinas Pendidikan mendorong pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, khususnya untuk menangani kerusakan ringan dan sedang. Selain itu, pihaknya juga menyebut telah mengalokasikan dana APBD untuk merehabilitasi seratus tujuh puluh enam ruang kelas SD dan delapan puluh dua ruang kelas SMP.
Dalam penanganannya, pemerintah daerah menegaskan akan menggunakan skala prioritas. Ruang kelas dengan kondisi paling urgen akan didahulukan untuk direhabilitasi pada tahun anggaran dua ribu dua puluh enam.
Meski demikian, Dinas Pendidikan menyebut perbaikan sarana pendidikan tidak dapat dilakukan sekaligus. Keterbatasan anggaran dan proses teknis menjadi faktor penentu, sehingga pemerintah daerah masih memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.