Biji cabai yang tertelan biasanya akan melewati saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama feses tanpa menimbulkan masalah. Ukurannya yang kecil membuatnya jarang sekali menjadi penyebab sumbatan pada apendiks.
Namun, cabai memang dapat memicu iritasi pada saluran cerna, terutama pada orang yang sensitif terhadap makanan pedas atau memiliki gangguan pencernaan sebelumnya. Sensasi perih atau nyeri perut setelah makan pedas sering disalahartikan sebagai gejala awal usus buntu, padahal keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
•Mengapa Sakit Perut Akibat Cabai Sering Disalahartikan?
Makanan pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mempercepat gerakan usus. Akibatnya, beberapa orang mengalami mulas, diare, atau nyeri perut sementara. Gejala inilah yang sering membuat cabai “dituduh” sebagai penyebab usus buntu.
Baca Juga:Mengurai Fakta dan Spekulasi di Balik Rumor Jay Idzes Masuk Radar Manchester UnitedMisi Nerazzurri Tak Boleh Tergelincir: Inter Milan Tantang Bologna dalam Duel Penentu Arah Perburuan Gelar Ser
Perlu diketahui, nyeri akibat iritasi makanan pedas biasanya bersifat sementara dan menyebar, sedangkan nyeri usus buntu cenderung menetap dan semakin parah, terutama di perut kanan bawah. Selain itu, radang usus buntu sering disertai demam, mual hebat, dan penurunan nafsu makan.
•Faktor Risiko Usus Buntu yang Sebenarnya
Jika cabai bukan penyebabnya, lalu apa yang meningkatkan risiko usus buntu? Beberapa faktor yang lebih berperan antara lain:
1. Kurangnya asupan serat
Pola makan rendah serat dapat menyebabkan feses menjadi keras dan meningkatkan risiko penyumbatan pada apendiks.
2. Infeksi saluran pencernaan
Infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitar apendiks.
3. Kebiasaan menunda buang air besar
Hal ini dapat memperburuk kondisi pencernaan dan meningkatkan risiko sumbatan.
4. Faktor usia dan genetik
Usus buntu lebih sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda, serta bisa dipengaruhi faktor keturunan.
Apakah Cabai Tetap Aman Dikonsumsi?
Cabai tetap aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang selama tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bahkan, cabai mengandung kapsaisin yang memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu metabolisme dan memberikan efek antioksidan.
Namun, bagi penderita maag, sindrom iritasi usus, atau gangguan pencernaan lainnya, konsumsi cabai berlebihan dapat memperparah gejala. Dalam kasus ini, membatasi makanan pedas adalah langkah bijak, bukan karena takut usus buntu, tetapi untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan saluran cerna.
