RADARCIREBON.TV- Klub Liga 4 musim 2025/2026, PS Putra Jaya, mengambil langkah tegas dengan memecat salah satu pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, usai melakukan aksi brutal di lapangan.
Insiden itu terjadi saat PS Putra Jaya menghadapi Perseta 1970 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, pada Senin (5/1/2026).
Dalam laga tersebut, Hilmi terlihat dengan sengaja menerjang dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha. Benturan keras itu membuat Firman langsung terjatuh dan harus mendapat penanganan dari tim medis.
Baca Juga:Malam Ini! Persik Kediri Siap Hadang Persib Bandung, Big Match Pekan ke-16 BRI Super LeaguePSSI Siapkan Banyak Nama Pelatih Lokal untuk Dampingi John Herdman di Timnas Indonesia
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram mereka, @ps.putrajaya, manajemen PS Putra Jaya menyatakan telah memutus kontrak Hilmi Gimnastiar. Klub menilai tindakan sang pemain jelas melanggar nilai fair play dan aturan sepak bola.
PS Putra Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, khususnya kepada Perseta 1970, atas kejadian yang mencoreng jalannya pertandingan tersebut.
Sementara itu, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, menegaskan bahwa kasus seperti ini bisa berujung pada hukuman sangat berat, bahkan sampai larangan seumur hidup beraktivitas di dunia sepak bola nasional.
Menurut Umar, keselamatan atlet adalah hal utama dan sudah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022, termasuk dalam Kode Disiplin sepak bola. Ia menegaskan, pertandingan bahkan bisa dihentikan atau dibatalkan jika mengancam keselamatan pemain.
Umar Husin juga menekankan bahwa Komdis PSSI berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran keras dan brutal, tanpa pandang bulu. Tujuannya jelas, agar sepak bola Indonesia bisa berkembang secara sehat, aman, dan tidak merugikan pihak mana pun.
Ia pun mengimbau seluruh panitia disiplin dan komite disiplin di semua level liga untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku pelanggaran kasar.
Menurutnya, langkah tegas perlu diambil demi menjaga sportivitas, melindungi atlet, dan menciptakan iklim sepak bola yang kondusif di Tanah Air.
Baca Juga:Jadwal Lengkap Liga Italia Pekan ke-19: Jay Idzes Lawan Juventus, Emil Audero Berjuang Jauh dari DegradasiGol Perdana Aditya Warman Antar Persija Kalahkan Persijap di BRI Super League
Kasus Hilmi Gimnastiar ini diharapkan bisa menjadi peringatan keras bagi semua pemain agar tetap menjunjung tinggi fair play dan keselamatan di atas lapangan.
