RADARCIREBON.TV – Keputusan mengejutkan baru saja diambil oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam upaya mereka membangkitkan prestasi harimau malaya di kancah internasional. Langkah besar tersebut adalah dengan mendatangkan sosok pelatih berkelas dunia, John Herdman, untuk menukangi tim nasional mereka. Kehadiran mantan pelatih timnas Kanada tersebut tidak hanya membawa angin segar bagi publik sepak bola Malaysia, tetapi juga memicu psywar atau perang urat syaraf yang cukup tajam terhadap rival bebuyutan mereka di Asia Tenggara, yakni Timnas Indonesia.
Pihak internal dari kubu Malaysia memberikan pernyataan yang cukup provokatif terkait peta persaingan sepak bola di kawasan ASEAN saat ini. Pelatih Malaysia sebut Timnas Indonesia balik ke titik nol jika dibandingkan dengan proyeksi jangka panjang yang sedang mereka bangun bersama Herdman. Pernyataan ini didasari pada keyakinan bahwa penunjukan pelatih dengan rekam jejak membawa negara ke Piala Dunia akan memberikan lonjakan kualitas yang signifikan, sehingga mereka merasa selangkah lebih maju dalam hal visi dan strategi dibandingkan skuad Garuda yang saat ini masih berproses di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Dalam pandangan kubu Malaysia, kedatangan John Herdman dianggap sebagai sebuah lompatan kuantum. Herdman dikenal sebagai sosok yang mampu mengubah mentalitas tim dan membangun sistem permainan yang modern serta disiplin. Dengan pengalaman internasionalnya yang luas, Malaysia merasa telah menemukan potongan puzzle yang hilang untuk mendominasi Asia Tenggara kembali. Keyakinan inilah yang kemudian melahirkan spekulasi bahwa segala kemajuan yang telah dicapai Timnas Indonesia belakangan ini akan terasa tidak berarti atau kembali ke level dasar ketika berhadapan dengan taktik baru yang diusung oleh pelatih sekaliber Herdman.
Baca Juga:Asia Tenggara Mengguncang Arab Saudi: Piala Asia U-23 2026 Segera Dimulai!Tanpa Indonesia, Piala Asia U-23 2026 Kick Off di Arab Saudi: Siapa yang Jadi Jawara Baru?
Klaim mengenai Timnas Indonesia yang dianggap kembali ke titik nol ini tentu memicu perdebatan panas di kalangan pecinta sepak bola. Meskipun Indonesia telah menunjukkan progres yang sangat positif dengan dihuni oleh banyak pemain muda berbakat dan pemain keturunan di Eropa, pihak Malaysia menilai bahwa stabilitas dan pengalaman pelatih baru mereka akan menjadi faktor pembeda yang sangat besar. Mereka seolah ingin menegaskan bahwa peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara kini telah bergeser kembali ke arah Kuala Lumpur.
