Pasca banjir yang melanda Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, warga mulai membersihkan lumpur dan perabotan yang sempat terendam. Banjir yang terjadi secara tiba-tiba ini disebut sebagai yang terparah sepanjang musim penghujan, dengan ketinggian air mencapai leher orang dewasa.
Hujan deras yang turun selama berjam-jam dan air sungai yang meluap pada Senin sore, menyebabkan banjir yang melanda permukiman warga RT 07 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Warga mengatakan air mulai memasuki pemukiman mulai dari jam 5 sore dan terlihat surut sekitar jam 9 malam, berbeda dengan banjir sebelumnya yang surut hanya selang beberapa jam.
Pasca banjir, warga terlihat membersihkan lumpur yang mengendap di lantai rumah serta menjemur perabotan yang sempat terendam. Di sejumlah titik, banjir menyebabkan kerusakan cukup parah, salah satunya robohnya tembok belakang rumah yang dimiliki oleh salah satu warga. Akibatnya, beberapa perabotan ikut hanyut bersama banjir.
Baca Juga:Jalan Ciremai Raya Banjir – VideoKawasan Penggung Banjir – Video
Salah seorang warga, Asmeri, mengaku rumahnya terdampak cukup parah. Selain tembok belakang yang jebol, air masuk ke rumah hingga setinggi perut orang dewasa, merendam barang elektronik seperti televisi dan kulkas, serta menghanyutkan perabotan dapur dan tabung gas.
Kerugian materi pun tak terhindarkan. Dalam periode musim hujan saat ini, banjir di wilayah Kalijaga tercatat sudah terjadi sebanyak empat kali. Meski air umumnya surut dalam waktu beberapa jam, namun banjir berulang membuat warga kelelahan dan selalu siaga setiap kali hujan deras mengguyur.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan, melainkan segera memberikan bantuan nyata, terutama perbaikan tembok rumah milik warga dan tanggul sungai, agar banjir yang hampir terjadi setiap tahun ini tidak terus terulang.