Masyarakat Desa Damarguna, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, menyampaikan keluhan terkait keberadaan PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia yang dinilai sejak tahap pembangunan hingga beroperasi tidak pernah melibatkan masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Damarguna memfasilitasi pertemuan antara masyarakat, perwakilan Karang Taruna, dan manajemen PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia, Selasa siang, di Balai Desa Damarguna, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon.
Pertemuan audiensi ini digelar karena adanya kekecewaan warga yang memuncak saat proses rekrutmen tenaga kerja yang minim sosialisasi, sehingga banyak posisi justru diisi oleh masyarakat dari luar daerah.
Baca Juga:Jalan Ciremai Raya Banjir – VideoKawasan Penggung Banjir – Video
Audiensi ini untuk mendengarkan aspirasi warga sekaligus mencari titik temu antara kepentingan masyarakat dan perusahaan.
Kuwu Damarguna, Taufik, mengatakan pemerintah desa dan masyarakat pada dasarnya berterima kasih atas investasi yang masuk ke wilayahnya. Namun, berharap keberadaan perusahaan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa.
Perwakilan Karang Taruna Damarguna, Ando Prayoga, menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung investasi yang masuk ke desa. Dan mengusulkan agar pengelolaan limbah produksi dan limbah rumah tangga yang dihasilkan perusahaan dapat dikelola oleh Pemdes dan masyarakat desa melalui kerja sama resmi yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Ia berharap agar rekrutmen tenaga kerja ke depan dapat memprioritaskan warga lokal, dengan porsi sekitar 60 persen berasal dari Desa Damarguna dan desa penopang.
Sementara, Manajer HRD PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia, Leandro, menanggapi beberapa poin yang diajukan Pemdes dan masyarakat.
Untuk pengelolaan limbah, Pemdes bisa langsung bersurat ke perusahaan yang selanjutnya dibuatkan MoU. Untuk tenaga kerja, pihaknya sepakat untuk mengutamakan masyarakat Desa Damarguna, bahkan jika perlu bila kebutuhan 10 orang maka 5 orang berasal dari Desa Damarguna.