Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit super flu. Meski kabar terkait penyakit ini ramai dibicarakan di media sosial nasional, Dinkes menegaskan warga tidak perlu panik.
Kabar munculnya penyakit super flu atau super influenza belakangan ini menjadi perhatian publik. Disebutkan, puluhan kasus telah ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Namun hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon belum menerima informasi resmi terkait lokasi detail kasus di wilayah Jawa Barat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan, menjelaskan super flu bukanlah virus baru. Penyakit ini masih disebabkan oleh virus influenza H3N2, namun telah mengalami mutasi menjadi subclade tertentu.
Baca Juga:Jigus Responsif Cari Solusi Atasi Masalah Banjir – VideoPasca Banjir Pemukiman Warga Diselimuti Lumpur Tebal – Video
Dede menyebut, penyebutan super flu muncul karena lonjakan kasus yang tinggi serta gejala yang dinilai lebih berat dibandingkan flu biasa. Gejala yang timbul antara lain demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, serta nyeri otot.
Terkait penularan, Dede menjelaskan, super flu menyebar melalui saluran pernapasan, seperti batuk dan bersin. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta menerapkan perilaku hidup sehat.
Untuk menentukan suatu kasus merupakan super flu, Dede menjelaskan diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus, melalui pengambilan swab saluran pernapasan dan pemeriksaan genom virus. Saat ini, Dinkes masih menunggu kejelasan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan tersebut.
Dinas Kesehatan menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Kabupaten Cirebon. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun waspada dan disiplin menjaga kesehatan.