Puluhan warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Pos 1 Pelabuhan Cirebon, pada hari Rabu. Warga menuntut penutupan stockpile batubara yang dinilai mencemari lingkungan permukiman.
Forum Panjunan Bersatu pada hari Rabu gelar aksi demo di depan Gerbang Pos 1 Pelindo Cirebon. Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh aktivitas bongkar muat dan penyimpanan batubara di dalam Pelabuhan Cirebon, sehingga mengakibatkan dampak dari debu batubara tersebut kerap masuk ke rumah warga dan berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar.
Ketua Forum RW Panjunan, Zaki Mubarak, menyatakan warga hanya memiliki satu tuntutan, yakni penutupan stockpile batubara di dalam pelabuhan. Tuntutan ini merujuk pada kesepakatan tahun 2016, di mana seluruh aktivitas bongkar muat batubara sempat dihentikan selama enam bulan.
Baca Juga:Jigus Responsif Cari Solusi Atasi Masalah Banjir – VideoPasca Banjir Pemukiman Warga Diselimuti Lumpur Tebal – Video
Namun, pada tahun 2022, stockpile kembali beroperasi atas permintaan General Manager Pelabuhan Cirebon saat itu. Sayangnya, setelah kembali dibuka, warga mengaku tidak pernah menerima kompensasi, khususnya dari PT Pelabuhan Tanjung Priok, anak perusahaan Pelindo yang mengelola stockpile tersebut.
Situasi sempat memanas lantaran warga kesulitan menemui pimpinan Pelindo yang saat ini menjabat. Untuk meredam ketegangan, Kapolres Cirebon Kota bersama Dandim 0614 Kota Cirebon turun langsung ke lokasi dan menjembatani dialog antara warga dan pihak Pelindo guna mencari solusi bersama.