Detik-detik Panas dan Nyaris Ricuh Antara Vinicius Jr dan Diego Simeone di Semifinal Piala Super Spanyol

Sepakbola Dunia
Vinicius dan Simeone saling bertatapan dan terlibat cat-calling ringan, namun bukan sekadar umpan kata biasa, percakapan mereka semakin memanas karena komentar sarkastik dari sang pelatih Atletico yang ditujukan langsung kepada Vinicius. Foto: Vinijr/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

Tak heran jika pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, ikut naik pitam. Dalam konferensi pers pascapertandingan, Alonso mengecam tindakan Simeone, menyebutnya sebagai “lebih dari sekadar permainan verbal biasa” dan menegaskan bahwa seorang pelatih harus menunjukkan rasa hormat terhadap lawan dan pemain lain. Ia menyatakan bahwa apa yang diucapkan oleh Simeone telah melampaui batas sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sepak bola profesional.

•Simeone: Tanggapan Terkesan Dingin dan Enggan Berkata Banyak

Sementara itu, Simeone memilih untuk tidak memperpanjang drama itu saat diwawancarai usai pertandingan. Ia berusaha mendinginkan suasana dengan mengatakan bahwa ia “tidak ingat detail komentar tersebut” dan lebih memilih menegaskan bahwa yang terjadi di lapangan seharusnya tetap di lapangan. Namun, pernyataannya tidak serta-merta meredam kontroversi, beberapa media bahkan menyebut tanggapan itu sebagai upaya untuk menutup insiden daripada menanggapinya dengan serius.

Pendekatan Simeone ini tentu menimbulkan banyak kritik dan pertanyaan, terutama karena komentar awalnya sudah memancing reaksi publik yang luas, terutama dari fans Real Madrid dan komunitas sepak bola di media sosial yang menilai tindakan sang pelatih sengaja memancing emosional Vinicius. Sejumlah pendukung bahkan mempublikasikan ulang rekaman kasar dan sindiran yang tertangkap kamera atau mikrofon siaran.

•Dinamik Derbi Makin Rumit dengan Konflik Personal

Baca Juga:12 Posisi Terbaru Klasemen BRI Super League 2025/2026 yang Bikin Musim Makin Tak Terduga!Mengapa Mike Rajasa Terpukau dengan Gaya Kepelatihan Nova Arianto?  

Dinamik La Liga dan kompetisi di Spanyol sering kali membawa rivalitas yang kuat, terutama antara dua klub besar seperti Real dan Atletico. Rivalitas ini tidak terbatas pada duel taktik atau duel striker versus bek, ini juga mencakup perang psikologis di tepi lapangan, yang kemudian tampil nyata di semifinal Piala Super Spanyol ini.

Sementara insiden semacam ini bukan hal yang terjadi setiap hari, konflik antara figur publik seperti Vinicius dan Simeone menunjukkan bagaimana ketegangan derby bisa merembet ke wilayah emosional dan personal, sesuatu yang sering terjadi dalam rivalitas panjang. Tetapi, meskipun tensinya tinggi, keduanya tampaknya memilih jalur masing-masing setelah pertandingan selesai, tanpa konfrontasi fisik lebih lanjut.

0 Komentar