Tak Ada Nama Anthony Sinisuka Ginting di Malaysia Open 2026, Publik Terhenyak: Inilah Fakta di Baliknya

Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting Foto : Ig sinisukanthony
0 Komentar

RADARCIREBON.TV — Publik bulu tangkis Indonesia dibuat terdiam. Turnamen bergengsi Malaysia Open 2026 resmi bergulir, namun satu nama besar yang selama ini identik dengan perjuangan dan daya juang tinggi justru tak tercantum. Anthony Sinisuka Ginting. Ya, tunggal putra andalan Indonesia itu absen. Tanpa cedera. Tanpa drama. Namun tetap menyisakan rasa kaget dan getir.

Bagi pencinta badminton Tanah Air, Ginting bukan sekadar atlet. Ia adalah simbol perlawanan, pemain dengan gaya agresif, netting tajam, dan ekspresi emosional yang kerap membuat penonton ikut menahan napas. Karena itu, ketika daftar peserta Malaysia Open dirilis tanpa namanya, banyak yang bertanya: ke mana Ginting?

Jawabannya pahit, sekaligus menyadarkan. Usut punya usut, absennya Ginting bukan karena pilihan pribadi, melainkan akibat realitas ranking dunia yang kini tak lagi berpihak. Berdasarkan data resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) per 23 Desember 2025, Anthony Sinisuka Ginting berada di peringkat ke-58 dunia. Posisi yang membuatnya tak memenuhi syarat untuk tampil di turnamen level Super 1000 seperti Malaysia Open.

Baca Juga:Langkah Tunggal Putri Terhenti di Perempat Final Malaysia Open 2026, Putri K Wardani Ditumbangkan Wakil ChinaIndonesia Master di Januari 2026, Aturan Baru BWF, Time Clock 25 Detik Resmi Diuji

Sebuah ironi bagi pemain yang pernah menembus papan atas dunia dan menjadi momok bagi lawan-lawan elite. Kini, Ginting harus menerima kenyataan turun kelas. Dari panggung utama, ia harus kembali menapaki anak tangga terbawah.

Namun, di balik ketiadaan namanya di Malaysia Open, tersimpan strategi yang sedang disusun rapi. Ginting memilih jalur sunyi: memulai musim 2026 dengan mengikuti turnamen level Super 300 dan Super 500. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan poin secara bertahap demi mendongkrak peringkat dunia yang terpuruk.

Pelatih Ginting, Indra Widjaja, tak menampik kondisi sulit yang sedang dihadapi anak asuhnya. Namun, ia juga menolak menyerah pada keadaan. Menurut Indra, peluang Ginting untuk bangkit masih terbuka, asal konsisten dan sabar.

“Sekarang itu turnamennya kurang, poinnya juga kecil. Harapannya nanti di bulan keenam, saat Indonesia Open, dia sudah bisa ikut. Target kami ke sana. Bahkan All England saja belum tentu, karena levelnya Super 1000,” ujar Indra.

Lebih dari sekadar angka peringkat, Indra melihat sesuatu yang jauh lebih penting: api semangat yang belum padam. Ia menilai Ginting masih menunjukkan kesungguhan dalam latihan, disiplin, dan kemauan untuk kembali ke performa terbaik.

0 Komentar