Secara gaya bermain, Federico Barba adalah tipikal bek modern dengan akar kuat sepak bola Italia. Ia kokoh dalam duel udara, sulit dilewati dalam situasi satu lawan satu, dan jarang panik saat ditekan. Kaki kirinya memberi nilai tambah, memungkinkan distribusi bola yang rapi dari lini belakang. Ia bukan bek yang gemar melakukan tekel sembrono, melainkan pemain yang mengandalkan posisi dan insting membaca arah serangan lawan.
Kemampuannya membaca permainan membuat Barba sering berada di tempat yang tepat sebelum bahaya benar-benar tercipta. Dalam skema bertahan, ia berperan sebagai pemimpin yang mengatur garis pertahanan, menjaga jarak antarpemain, serta memberi instruksi kepada rekan setim. Pengalaman memperkuat Timnas Italia U-21 semakin memperkaya kematangan taktisnya.
Persib Bandung mendapatkan Barba dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama FC Sion berakhir. Keputusan ini dinilai sebagai langkah cerdas manajemen. Di usia 32 tahun pada 2025, Barba berada di fase matang kariernya: tidak lagi mentah, tetapi masih cukup bugar untuk bersaing di level tertinggi. Ia datang bukan untuk belajar, melainkan untuk memberi dampak instan.
Baca Juga:Hodak Tegaskan Kontrol Emosi Kunci Kemenangan Persib: “Tetap Tenang Akan Bawa Hasil Positif”Federico Barba Kembali Berlatih Bersama Persib Jelang Duel Kontra Persija, Bojan Hodak Tanggapi Isu Transfer
Bagi Persib, kehadiran Barba bukan sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga meningkatkan standar profesionalisme di lini belakang. Ia membawa kebiasaan latihan, disiplin, dan tuntutan performa ala Eropa yang bisa menular ke pemain lokal. Dalam jangka panjang, kehadirannya diharapkan menjadi penyeimbang antara talenta muda dan pengalaman.
Maung Bandung kini memiliki sosok bek tengah yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kaya akan pengalaman dan kecerdasan bermain. Federico Barba datang dengan reputasi, namun tantangan barunya ada di tanah Sunda. Jika mampu beradaptasi dengan ritme Liga 1 dan atmosfer sepak bola Indonesia, Barba berpotensi menjadi salah satu bek asing paling berpengaruh yang pernah mengenakan seragam Persib.
Di Bandung, cerita baru itu dimulai. Dan Federico Barba siap menuliskannya dari jantung pertahanan Maung Bandung.
Kini pengalaman Barba diuji, ia akan menjadi palang pintu terakhir yang akan menghentikan kecepatan para striker Persija.
