RADARCIREBON.TV – Nama Ole Romeny kembali bergema, kali ini dari panggung tertua sepak bola dunia. Di tengah dinginnya malam Milton Keynes, penyerang Timnas Indonesia itu berdiri tenang, memikul harapan, lalu mengeksekusinya dengan dingin.
Satu tendangan penalti Ole menjadi pembuka jalan kemenangan Oxford United atas MK Dons di babak ketiga Piala FA 2025–2026. Sebuah momen kecil di atas titik putih, namun berdampak besar bagi klub dan kebanggaan Merah Putih.
Duel MK Dons kontra Oxford United di Stadion Milton Keynes, Jumat (9/1/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, berjalan keras, ketat, dan penuh ketegangan. Selama 120 menit, kedua tim saling mengunci dengan skor 1-1. MK Dons sempat unggul lebih dulu lewat gol Aaron Collins pada menit ke-34, memaksa Oxford bermain lebih agresif dan sabar dalam membongkar pertahanan lawan.
Baca Juga:Tugas Berat di Depan Mata, Ole Romeny Peringatkan Pelatih Baru Timnas IndonesiaJohn Terry Masuk Bursa Pelatih Oxford United, Siap Bersaing dengan Eks Bintang Manchester United
Oxford akhirnya menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Namun hingga peluit 120 menit dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Drama pun tak terelakkan. Adu penalti menjadi medan terakhir penentuan nasib.
Di momen inilah Ole Romeny tampil sebagai simbol kepercayaan. Pelatih Oxford United menunjuk penyerang kelahiran Nijmegen itu sebagai algojo pertama. Sebuah keputusan berani, namun terbayar lunas. Dengan langkah mantap dan wajah tanpa ragu, Ole mengirim bola ke dalam gawang MK Dons. Eksekusi bersih, dingin, dan penuh keyakinan. Oxford unggul mental sejak tendangan pertama.
Keberhasilan Ole seolah menularkan ketenangan. bagi rekan-rekannya ya g sukses menyusul menuntaskan tugas masing-masing dengan sempurna. Di sisi lain, tekanan justru menghantui MK Dons. Satu eksekutor mereka, gagal menaklukkan kiper Oxford, Matt Ingram, yang tampil sebagai tembok terakhir.
Skor adu penalti berakhir kemenangan untuk Oxford United 3-4. Kemenangan pun resmi menjadi milik tim tamu, yang memastikan langkah ke babak keempat Piala FA.
Namun kontribusi Ole Romeny tak berhenti di adu penalti. Sepanjang laga, ia menjadi salah satu ancaman utama lini serang Oxford. Menjelang akhir waktu normal, Ole hampir menjadi pahlawan lebih cepat. Sepakan volinya tiga menit sebelum laga usai memaksa kiper MK Dons, MacGillivray, melakukan penyelamatan gemilang. Di masa extra time, Ole kembali menunjukkan kelasnya lewat nutmeg cantik yang membuka ruang bagi Brian De Keersmaecker, meski peluang itu masih bisa digagalkan.
