Beli Emas Sekarang, Rugi atau Untung? Ini Analisis Berdasarkan Data Harga Terbaru

Investasi Emas 2026
Emas cocok untuk investasi jangka panjang, dengan potensi untung yang semakin besar seiring dengan lama periode penyimpanan. Foto: Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pada hari Sabtu, 10 Januari, nilai emas batangan bersertifikat dari PT Aneka Tambang (ANTM) yang diperdagangkan di gerai Logam Mulia mengalami kenaikan sebesar Rp 25.000 per gram. Harga tersebut bergerak dari level sebelumnya Rp 2.577.000 per gram menjadi Rp 2.602.000 per gram pada hari yang sama.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) yang ditawarkan oleh Logam Mulia juga mengalami peningkatan, naik sebesar Rp 23.000 per gram. Nilai ini meningkat dari Rp 2.432.000 per gram menjadi Rp 2.455.000 per gram, sehingga menghasilkan selisih antara harga pembelian dan penjualan kembali sebesar Rp 147.000 per gram.

ANTM telah lama menerapkan sistem dua tingkat harga untuk produk emas batangannya. Harga pertama adalah yang berlaku ketika konsumen membeli emas dari gerai resmi Logam Mulia, sedangkan harga kedua adalah nilai yang diterima ketika mereka menjual kembali produk tersebut kepada pihak Logam Mulia. Hal ini berarti, jika seseorang melakukan pembelian emas pada pagi hari dengan membayar Rp 2.602.000 per gram, kemudian dalam kondisi mendesak harus menjualnya kembali pada hari yang sama, maka nilai yang diterima hanya akan mencapai Rp 2.455.000 per gram.

Baca Juga:"Tebuh yang Menikah": Bagaimana Ritual Agraris Cirebon Jembatani Budaya dan Ekonomi MasyarakatApakah 1 Januari 2026 Libur Nasional? Ini Jawabannya dan Peluang untuk Segarkan Energi Jelang Tahun Baru

Setiap orang yang ingin menjadi investor emas batangan secara serius perlu memperhatikan kedua jenis harga tersebut secara cermat. Tanpa memperhitungkan perbedaan nilai antara keduanya, kemungkinan besar akan terjadi kesalahan dalam menghitung potensi keuntungan atau kerugian yang bisa diperoleh.

Dengan selisih harga jual dan beli (spread) yang cukup signifikan, emas batangan terbukti lebih cocok untuk dijadikan instrumen investasi dalam jangka panjang. Dalam jangka waktu yang panjang, harapannya adalah nilai emas akan naik cukup tinggi sehingga mampu menutupi selisih harga tersebut sekaligus memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Untuk memberikan gambaran yang jelas, berikut adalah perhitungan potensi untung atau rugi berdasarkan pembelian pada berbagai periode waktu yang berbeda.

Investor yang membeli emas pada 03 Januari 2026 dengan harga Rp 2.488.000 per gram akan mengalami kerugian sebesar -1,33%. Sebaliknya, mereka yang melakukan pembelian pada 10 Desember 2025 dengan harga Rp 2.416.000 per gram memperoleh keuntungan sebesar 1,61%. Bagi mereka yang membeli pada 10 Oktober 2025 dengan harga Rp 2.294.000 per gram, potensi untungnya mencapai 7,02%.

0 Komentar