RADARCIREBON.TV – Pertandingan Proliga 2026 seri Pontianak benar-benar membuka musim dengan intensitas dan drama tinggi. Jakarta Pertamina Enduro (JPE) yang merupakan juara bertahan menghadapi tantangan besar pada laga perdana mereka melawan Jakarta Electric PLN dalam duel putri yang berlangsung hingga lima set. Bintang tim Megawati Hangestri Pertiwi mengakui bahwa pertandingan ini memberikan pelajaran berharga sekaligus menjadi “alarm” bagi tim lawan bahwa JPE masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di musim ini.
JPE sempat berada di bawah tekanan besar sejak set pertama. Tim Electric PLN dengan agresivitas tinggi berhasil mengamankan dua set awal dengan skor 25-20 dan 25-22, membuat JPE tertinggal 0-2. Kondisi ini sempat membuat kekhawatiran muncul di kubu juara bertahan, karena Electric PLN memperlihatkan ritme permainan yang kompak dan efektif.
Balik Dramatis dari JPE
Namun, Jakarta Pertamina Enduro menunjukkan mental juara yang tak mudah padam. Sejak set ketiga, JPE perlahan bangkit. Megawati Hangestri yang terkenal tajam dan agresif menjadi motor kebangkitan timnya. Bersama rekan-rekannya, Megawati membantu tim bangkit dan mengunci tiga set berikutnya untuk memastikan kemenangan 3-2 (20-25, 22-25, 25-23, 25-17, 15-9).
Baca Juga:Tanpa Ampun! Pupuk Indonesia Hantam Falcons 3-0 di Laga Perdana Proliga 2026Harapan Terakhir Indonesia Kandas! Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal Malaysia Open 2026
Perubahan momentum itu terlihat jelas saat JPE mulai mampu menekan Electric PLN. Dalam set ketiga, mereka tampil lebih disiplin, memperbaiki banyak kesalahan sebelumnya, dan berhasil memanfaatkan peluang di pertengahan set. Kepercayaan diri JPE terus meningkat sehingga mereka memenangkan set keempat dengan lebih dominan. Keunggulan itu membawa pertandingan ke set penentuan, di mana JPE sama sekali tak memberi ruang bagi lawan untuk balik mengambil alih kontrol permainan.
Komentar Megawati Hangestri
Usai pertandingan, Megawati menyampaikan bahwa kemenangan dramatis tersebut bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana tim belajar dari kesalahan awal dan menunjukkan karakter kuat sebagai juara bertahan. Ia menilai laga terbuka ini menjadi semacam “alarm” atau peringatan bagi tim lain di kompetisi bahwa JPE masih punya kualitas tinggi dan semangat juang luar biasa.
“Meskipun sempat tertinggal dua set, kami tetap percaya pada diri sendiri dan berhasil memetik pelajaran penting. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kami mampu mempertahankan fokus dan bangkit dalam situasi sulit,” ujar Megawati.
