El Clásico Jadi Laga Perpisahan Federico Barba? Salam Perpisahan yang Menyisakan Luka di Hati Bobotoh

Federico Barba
Federico Barba Foto :fedebarba19
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Tanda-tanda itu akhirnya menjadi kepastian. Federico Barba memastikan kebersamaannya dengan Persib Bandung akan segera berakhir. Bek asal Italia tersebut mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan Maung Bandung dan kembali ke Eropa, meski baru setengah musim memperkuat tim di BRI Super League 2025/2026.

Kepastian itu bukan diumumkan lewat konferensi pers atau rilis resmi klub, melainkan langsung dari mulut sang pemain kepada Bobotoh. Melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya, @fedebarba19, pada Senin (5/1/2026), Barba menuliskan pesan singkat yang langsung mengguncang emosi publik Bandung.

“Saya minta maaf harus meninggalkan kalian, tetapi kami harus kembali ke Eropa karena masalah keluarga.”ujar Barba

Baca Juga:Pemain Juventus Ini Bongkar Kebiasaan Tak Terduga John Herdman Calon Pelatih Timnas Indonesia Real Madrid Kalah di El Clásico, Skor 3-2 Antar Barcelona Juara Piala Super Spanyol, Garcia Cetak Gol Lagi

Tak berhenti di situ, Barba juga mengakui masa depannya masih abu-abu. Ia belum mengetahui klub mana yang akan menjadi pelabuhan berikutnya. Namun satu hal pasti: keputusan pulang ke Eropa tidak bisa ditunda.

“Saya tidak tahu di mana saya akan bermain, tetapi saya harus kembali ke Eropa demi kebaikan keluarga saya.”

Pernyataan itu menjadi penutup resmi dari kebersamaan singkat namun intens antara Barba dan Persib. Masuknya Barba di menit 90+3 saat laga Persib kontra Persija di GBLA kini terbaca jelas sebagai salam terakhir, bukan lagi spekulasi.

Reaksi Bobotoh pun meledak. Media sosial Federico Barba dibanjiri ribuan komentar. Ada yang kecewa, ada yang marah, ada pula yang melontarkan sindiran keras karena kepergiannya terjadi di tengah musim, saat Persib masih berada dalam jalur perburuan gelar juara. Bagi sebagian suporter, keputusan ini terasa pahit—bahkan dianggap meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan tim.

Namun di sisi lain, tak sedikit Bobotoh yang memilih menahan emosi. Mereka mencoba memahami alasan keluarga yang disampaikan sang pemain, meski tetap menyayangkan waktu perpisahan yang datang terlalu cepat.

Federico Barba memang bukan pemain asing biasa. Dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi figur sentral di lini belakang Persib. Bahkan, kepercayaan besar diberikan kepadanya dengan ban kapten melingkar di lengan—sebuah pengakuan atas kepemimpinan dan pengaruhnya di ruang ganti.

0 Komentar