RADARCIREBON.TV – Nama John Herdman kembali mendapat sorotan, kali ini bukan dari Asia Tenggara, melainkan dari jantung sepak bola Eropa. Pujian datang langsung dari Jonathan David, striker Juventus sekaligus andalan Timnas Kanada, yang tak ragu mengungkap kualitas mantan pelatihnya itu.
Bagi David, Herdman bukan sekadar pelatih. Ia adalah arsitek taktik dengan kecerdasan situasional tinggi, pelatih yang selalu tahu apa yang harus dilakukan, bahkan sebelum pertandingan dimulai.
“Herdman selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik berbeda pada setiap pertandingan,” ujar Jonathan David, pemain yang telah mencatatkan 73 caps bersama Timnas Kanada.
Baca Juga:Pascal Struijk, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia!Belum Resmi Tangani Timnas Indonesia, John Herdman Sudah Dikaitkan dengan Pemain Naturalisasi Baru
Pernyataan ini bukan pujian kosong. David memulai debut internasionalnya bersama Kanada pada September 2018, tepat di bawah asuhan Herdman. Sejak saat itu, ia menyaksikan langsung bagaimana seorang pelatih membaca permainan, mengubah rencana, dan menyesuaikan strategi tanpa terikat pada ego atau satu pakem tertentu.
Di mata David, keistimewaan Herdman terletak pada fleksibilitasnya. Ia bukan tipe pelatih yang memaksakan penguasaan bola, bukan pula fanatik pressing tinggi. Herdman membangun tim yang bisa berubah wajah sesuai kebutuhan lawan dan situasi pertandingan.
Karena itulah, Timnas Kanada di era Herdman dijuluki sebagai “tim bunglon” tim yang bisa beradaptasi dalam sekejap.
Fleksibilitas itu tercermin jelas dalam pilihan formasi. Herdman bisa menurunkan 3-4-2-1, lalu bergeser ke 4-4-2, mengunci lini tengah dengan 3-5-2, atau bermain dinamis lewat 4-2-3-1. Bahkan, perubahan taktik kerap dilakukan di tengah laga, bukan menunggu jeda babak.
Hasilnya bukan sekadar progres, tapi sejarah. Herdman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar penampilan pertama mereka di Piala Dunia setelah 36 tahun penantian. Sebuah pencapaian yang lahir dari pendekatan taktis matang, bukan kebetulan.
Kini, dengan DNA kepelatihan yang telah teruji di level internasional itu, Johan Herdman menapaki tantangan baru bersama Timnas Indonesia.
Fakta bahwa seorang pemain Juventus, yang setiap pekannya bersaing di level tertinggi Serie A, membuka kualitas Herdman dengan nada kagum, menjadi sinyal kuat. Indonesia tidak sedang dipimpin pelatih biasa. Ini adalah pelatih yang terbiasa berpikir beberapa langkah ke depan, pelatih yang membentuk tim untuk beradaptasi, bukan sekadar bertahan.
