RADARCIREBON.TV – Pertandingan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 mempertemukan dua tim yang berada di posisi berbeda di klasemen dalam laga penuh tekanan saat PSBS Biak menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (12 Januari 2026) pukul 15.30 WIB. Laga ini dianggap sebagai duel hidup-mati untuk kedua tim, baik dalam upaya menjaga posisi maupun mengakhiri tren negatif mereka.
PSBS Biak datang ke pertandingan ini dengan catatan yang kurang meyakinkan. Mereka mengalami serangkaian hasil minor dalam beberapa laga terakhir, termasuk kekalahan telak 2-6 dari Malut United, yang membuat mereka semakin terperosok di papan bawah klasemen dengan mengumpulkan hanya 13 poin dari 16 pertandingan. Posisi mereka kini berada di peringkat ke-15, yang membuat misi meraih kemenangan di laga ini menjadi sangat penting demi menjauh dari zona degradasi.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC berada di posisi yang lebih nyaman di papan tengah dengan 22 poin, namun performa mereka juga belum stabil. Dalam lima laga terakhir, The Guardians hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Terlebih lagi, catatan tandang mereka juga kurang menggembirakan, karena beberapa hasil buruk di laga away sebelumnya menjadi sorotan tim.
Baca Juga:PSSI Jelaskan Kontrak John Herdman: Skema 2+2 Tahun hingga 2029, Tanpa Beban Untuk Pengurus BerikutnyaFIM Terapkan Aturan Keselamatan Baru di MotoGP & WorldSBK 2026: Restart Motor Dilarang di Run-off!
Laga Penentu untuk Dua Tim
Jadwal laga yang diprediksi berlangsung sengit ini menjadi kesempatan bagi PSBS Biak untuk membalikkan keadaan musim mereka yang berjalan berat. Dengan mendulang tiga poin penuh di Maguwoharjo, mereka berpeluang keluar dari tekanan psikologis akibat rangkaian kekalahan dan menjaga peluang mereka tetap bertahan di kasta teratas sepak bola Indonesia musim ini.
Di sisi lain, Bhayangkara FC tentu tak ingin pulang tanpa poin. Mereka ingin menjaga momentum setelah meraih kemenangan 1-0 atas Dewa United di laga sebelumnya, sekaligus menutup paruh pertama musim dengan tren yang lebih positif. Pelatih Paul Munster menekankan pentingnya fokus dan kesiapan mental tim, terutama karena absennya beberapa pilar seperti Wahyu Subo Seto dan Sani Rizky. Meski begitu, Munster yakin kesempatan meraih tiga poin tetap terbuka jika para pemain menunjukkan komitmen penuh di lapangan.
