RADARCIREBON.TV- Laga panas Persib vs Persija Jakarta kembali menyajikan duel klasik sarat tensi di BRI Super League 2025/26.
Laga bertajuk El-Clasico ini berlangsung di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2025.
Bermain di depan ribuan Bobotoh, membuat skaud Maung Bandung tampil percaya diri dengan man to man marking yang solid.
Baca Juga:Update Jadwal Serie A Pekan ke-20 2025/26: Ada Big Match Inter vs Napoli, Siaran Live di ANTV & VidioPrediksi Harga Emas Antam 2026: Berpeluang Cetak Rekor Baru hingga Rp2,9 Juta per Gram
Persib berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan 5 menit. Gol dicetak oleh Beckham Putra lewat sontekan di kotak penalti.
Berawal dari salah antisipasi bek Persija, Bruno Tubarau, Beckham langsung mengeksekusi bola ke pojok gawang. Gol tercipta di awal laga.
Meski Persija berusaha menyamakan kedudukan, tapi hasil 1-0 berhasil dipertahankan skuad Maung Bandung hingga laga berakhir.
Kemenangan tersbeut membawa Persib memuncaki klasemen sementara paruh musim BRI Super League 2025/26.
Taktik Ekstrem Bojan Hodak Jadi Kunci Kemenangan
Lewat penerapan taktik dari Bojan Hodak, Skuad Maung Bandung cukup jeli dalam menguasai lapangan.
Hal yang paling mencuri perhatian bukan hanya hasil akhir, melainkan pendekatan taktik ekstrem yang diterapkan pelatih Persib, Bojan Hodak.
Sang juru taktik asal Kroasia benar-benar memilih taktik berbeda, yaitu pure man to man marking, tanpa zonal, tanpa hybrid, dan minim kompromi.
Baca Juga:Harga Gamis Rompi Lepas, Tren Baju Lebaran Viral 2026, Mulai Rp125 Ribu, Banyak Varian WarnaIni Dia Jadwal Pembelian Tiket Kereta Lebaran 2026, Catat Tanggal & Cara Belinya di KAI Access
Sejak awal laga, pemain Persib terlihat tampil dengan pendekatan defensif yang jelas dan disiplin.
Maung Bandung bertahan rendah dan pasif, namun memiliki referensi pertahanan yang tegas.
Tiga pemain kunci Persija, Allano, Van Basty dan Hanif, dikunci ketat sepanjang pertandingan.
Tujuannya untuk memutus sirkulasi bola di area tengah dan mematikan progresi permainan lawan sejak fase awal.
Keputusan Hodak semakin terlihat berani saat fullback Persib kerap “melompat” keluar dari struktur pertahanan.
Dewangga dan Kakang tidak ragu meninggalkan posisinya demi menempel ketat pemain sayap dan wingback Persija.
Strategi ini jelas berisiko tinggi, sebab satu kesalahan duel saja bisa membuka ruang besar di lini belakang.
Namun para pemain Persib menjalankan instruksi Bojan Hodak dengan komitmen dan disiplin luar biasa.
