Al Nassr Ditekuk Al Hilal 3-1, Apakah Ronaldo Sudah Habis?

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo Foto : Cristiano
0 Komentar

RADAR CIREBON.TV – Cristiano Ronaldo masih bisa mencetak gol. Itu fakta. Ia masih berdiri tegap di kotak penalti, masih memiliki naluri pembunuh yang membuat jaring bergetar. Golnya ke gawang Al Hilal pada menit ke-42 Derby Riyadh seolah menjadi penegasan: aku belum selesai.

Namun sepak bola jarang hanya berbicara soal satu momen. Ia berbicara tentang 90 menit, tentang pengaruh, tentang bagaimana seorang megabintang hadir atau justru tenggelam ketika segalanya runtuh.

Al Nassr kalah 1-3 dari Al Hilal. Dan di balik skor itu, terselip pertanyaan yang semakin sering bergaung, semakin sulit dihindari: apakah Cristiano Ronaldo sudah habis?

Baca Juga:Terhenti! Catatan Hat-Trick Ronaldo Selama 15 Tahun BeruntunIsyarat Comeback ke Eropa, Ronaldo Mulai Buka Suara

Babak pertama berjalan sesuai skenario Al Nassr. Ronaldo mencetak gol pembuka, Kingdom Arena sempat terdiam, dan untuk sesaat, waktu seolah diputar mundur. Selebrasi khasnya muncul, bukan lagi dengan ledakan emosi, melainkan gestur singkat, nyaris dingin. Seperti seseorang yang tahu, satu gol saja tak lagi cukup untuk melawan arus.

Babak kedua menjadi cerita yang berbeda. Al Hilal bangkit, agresif, terorganisir, dan tanpa ragu menyerang sisi rapuh Al Nassr. Gol Salem Aldawsari di menit ke-57 membuka pintu kehancuran. Mohamed Kanno menambah luka di menit ke-81. Penalti Ruben Neves di masa injury time menutup malam panjang Al Nassr dan mungkin, satu fase karier Ronaldo.

Di tengah semua itu, Ronaldo ada. Tetapi juga tidak ada. Ia tidak menghilang sepenuhnya, namun pengaruhnya memudar. Ia tidak lagi menjadi pusat gravitasi permainan. Rekan-rekannya mencari solusi lain, sementara Al Hilal dengan rapi memutus alur suplai bola kepadanya. Ronaldo berteriak, mengangkat tangan, memprotes keputusan wasit gestur yang dulu menjadi simbol dominasi, kini terasa seperti ekspresi frustrasi.

Kartu merah Nawaf Al Aqidi dan dua penalti untuk Al Hilal memang menjadi faktor penentu. Namun menyederhanakan kekalahan ini hanya pada keputusan wasit adalah bentuk penyangkalan. Al Nassr kalah bukan karena Ronaldo gagal mencetak gol ia sudah melakukannya. Mereka kalah karena tim ini kehilangan figur yang mampu mengubah keadaan ketika segalanya berjalan salah.

0 Komentar