Emas Bakal Sentuh Rp 2,7 Juta/Gram Pekan Depan – Geopolitik dan Kelemahan Rupiah Jadi Pendorong

Prediksi Harga Emas
Harga emas diperkirakan tembus Rp 2,7 juta per gram pekan depan didorong geopolitik memanas, sementara rupiah diprediksi melemah hingga Rp 16.900 bahkan bisa mencapai Rp 17.000 di kuartal pertama. Foto: Ilustrasi AI
0 Komentar

Di sisi Eropa, upaya perdamaian yang diajukan AS untuk mengakhiri konflik Ukraina-Rusia tampaknya akan gagal setelah Ukraina melakukan serangan kembali ke wilayah Rusia. “Ada kemungkinan besar perang di Eropa akan meluas dan ini yang ditakutkan menjadi perang dunia ketiga karena negara-negara tetangga pun juga sudah siap,” jelas Ibrahim.

Selain faktor geopolitik, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperkirakan akan melemah juga menjadi pendorong potensial kenaikan harga emas. Ibrahim menyatakan bahwa pelemahan rupiah terjadi karena kondisi global yang tidak banyak diintervensi langsung oleh Bank Indonesia, yang memicu capital outflow dari negara berkembang meskipun cadangan devisa mengalami kenaikan.

“Saya melihat bahwa pelemahan harga rupiah kemungkinan akan menuju mendekati level di Rp 16.900,” ujar Ibrahim.

Baca Juga:Shio Kuda di Tahun Kuda Api 2026: Tahun Puncak untuk Mengukir PrestasiShio Monyet di Tahun Kuda Api 2026: Tahun Transformasi dengan Peluang Besar

Selain itu, dorongan dari Kementerian Keuangan untuk mencapai target indeks harga saham gabungan (IHSG) 10.000 juga diperkirakan akan berpengaruh terhadap nilai tukar. “Ya kalau 10.000 ada kemungkinan besar untuk untuk rupiah sendiri dalam kuartal pertama, ya kemungkinan besar akan menuju level Rp 17.000,” sebut Ibrahim.

Menurutnya, kerja sama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi pelemahan rupiah. Namun, “Tetapi lagi-lagi permasalahan geopolitik, ya masalah ekonomi global yang begitu kuat, ya kemungkinan besar akan berdampak pada kelemahan mata uang rupiah, dan rupiah di kuartal pertama, kemungkinan besar masih akan terus mengalami pelemahan,” papar Ibrahim.

0 Komentar