Namun, pendekatan terhadap pemain diaspora dan naturalisasi tetap mempertimbangkan identitas serta komitmen kepada Indonesia. Herdman sebelumnya menekankan bahwa ia tidak akan membedakan pemain berdasarkan paspor, melainkan berfokus pada kemampuan dan kontribusi mereka bagi tim saat mengenakan seragam Merah Putih. Hal ini menunjukkan bahwa semua pemain, baik lokal maupun diaspora, dipandang sebagai bagian penting dari satu tujuan besar bersama.
Ambisi Herdman untuk memperkuat Timnas Indonesia lewat pendekatan global ini mendapatkan respons beragam dari para pengamat sepak bola tanah air. Banyak yang menilai langkah ini bisa membawa Indonesia ke level lebih tinggi, terutama dalam kompetisi besar seperti AFF Championship, Piala Asia, atau upaya lolos ke Piala Dunia. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam menyeimbangkan peran pemain muda lokal dengan pemain yang berkarier di luar negeri demi menjaga identitas tim dan semangat nasionalisme.
Dengan rencana jangka menengah yang jelas, Herdman berharap proyeknya bersama Timnas Indonesia akan menghasilkan skuad yang tidak hanya tangguh tetapi juga mampu memberikan kejutan di kompetisi tingkat internasional. Masa depan Garuda kini terlihat semakin dinamis, seiring terbukanya peluang bagi pemain diaspora untuk mengenakan kostum kebanggaan merah putih di kompetisi resmi mendatang.
