Pernah Bikin Dolar Dari Rp16.800 Jadi Rp6.550, Ini 4 Jurus Andalan Habibie

Habibie Pernah Bikin Dolar Rp16.800 Jadi Rp6.550
Habibie Pernah Bikin Dolar Rp16.800 Jadi Rp6.550 foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini sedang terpuruk hingga menyentuh level Rp17.800, mencatat pelemahan paling signifikan sepanjang masa . Melihat sejarah, Indonesia ternyata pernah keluar dari krisis pelemahan rupiah dengan aksi penyelamatan paling fenomenal di era Presiden ke-3, BJ Habibie.

Mengemban tugas di tengah badai Krisis Moneter (Krismon) 1998, Habibie berhasil menjinakkan dolar AS yang sempat mengamuk hingga menyentuh level Rp16.800 per dolar AS, dan menekannya jatuh ke kisaran Rp6.550 per dolar AS pada akhir masa jabatannya di tahun 1999 .

Keberhasilan meredam depresiasi rupiah hingga lebih dari 60 persen tersebut tidak terjadi dalam semalam. Ada serangkaian strategi ekonomi makro dan kebijakan berani yang diterapkan oleh pemerintahan Habibie saat itu.

Baca Juga:Hari Ini 29 Mei 2026: 1 Dolar Amerika Serikat Sama dengan Rp17.852, Rupiah Melemah Lagi?Rupiah Melemah Drastis di 2026: Penyebab, Dampak, dan Apa yang Bisa Dilakukan

Jurus Pertama: Beri Independensi Penuh ke Bank Indonesia

Salah satu langkah paling krusial dan struktural yang diambil Habibie adalah memisahkan Bank Indonesia dari intervensi pemerintah. Melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, BI resmi menjadi lembaga independen yang bebas dari campur tangan pihak luar, termasuk presiden .

Dengan independensi ini, otoritas moneter dapat secara objektif fokus pada tugas utamanya, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui instrumen-instrumen moneter tanpa beban politik . Inilah yang dianggap sebagai fondasi paling penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap rupiah.

Jurus Kedua: Restrukturisasi Besar-besaran Sektor Perbankan

Krisis 1998 melumpuhkan sektor perbankan tanah air akibat lonjakan kredit macet (Non-Performing Loan/NPL). Untuk mengatasi hal ini, pemerintahan Habibie membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) .

Lewat BPPN, dilakukan pembersihan sektor finansial melalui program rekapitalisasi perbankan, meliquidasi bank-bank yang sudah tidak sehat (bank beku operasi), serta merestrukturisasi utang-utang korporasi besar . Empat bank milik pemerintah digabung menjadi satu, yang kini dikenal dengan nama Bank Mandiri. Langkah ini secara perlahan mengembalikan kepercayaan investor global terhadap sistem keuangan Indonesia.

Jurus Ketiga: Suku Bunga Tinggi Lewat Sertifikat Bank Indonesia

Habibie juga mengatasi krisis melalui penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBI diterbitkan dengan bunga tinggi dengan tujuan agar bank-bank kembali dipercaya masyarakat . Dengan langkah ini, masyarakat kembali menabung, sehingga menurunkan peredaran uang di masyarakat.

0 Komentar