Yang paling mengkhawatirkan, keputusan ini kembali menegaskan pola lama Manchester United pasca-Sir Alex Ferguson: reaktif, tidak konsisten, dan kerap mengganti arah di tengah jalan. Pergantian pelatih demi pelatih belum menyentuh akar masalah struktur klub, rekrutmen, dan arah sepak bola yang kabur.
Michael Carrick kini berdiri di garis depan badai. Namun pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah ia benar-benar jawaban, atau sekadar penunda masalah berikutnya?
Sejauh ini, yang terlihat jelas, Manchester United masih mencari pelatih dan lebih dari itu, masih mencari jati dirinya sendiri.
