Meski tren utama menguat, risiko koreksi jangka pendek tetap terbuka. Kondisi jenuh beli pada Stochastic RSI berpotensi memicu konsolidasi. Fluktuasi data ekonomi dan perubahan ekspektasi suku bunga dapat memicu aksi ambil untung, sehingga pergerakan harga cenderung volatil dalam beberapa pekan ke depan.
Secara keseluruhan, prospek emas jangka pendek hingga menengah tetap positif. Proyeksi UBS, HSBC, dan Goldman Sachs melihat peluang harga mendekati USD5.000 per troy ons. Selama pelonggaran moneter dan ketegangan geopolitik berlanjut, emas diperkirakan bertahan kuat sebagai aset lindung nilai utama bagi investor domestik dan global.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Baca Juga:Tak Kapok! Beckham Putra Blak-blakan Alasan Selebrasi 'Kedinginan' Meski Pernah Kena Denda Rp 75 JutaBeli Emas Antam Apakah Menguntungkan? Yuk Intip 5 Keuntungan Investasi Emas
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
