Xabi Alonso Dipecat Usai Real Madrid Kalah Dari Barcelona di Final, Arbeloa Jadi Pengganti

Xabi Alonso
Nasib Xabi Alonso di Real Madrid. Foto: Instagram Xabi Alonso / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Real Madrid benar-benar membuat dunia sepak bola terhenyak. Di saat banyak pihak masih mencerna kekalahan dramatis 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, klub raksasa ibu kota Spanyol itu justru melontarkan pengumuman yang nyaris tak terbayangkan: Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid, Selasa, 13 Januari 2026 dini hari WIB.

Keputusan ini datang begitu cepat, begitu mendadak, dan terasa begitu dingin—bahkan untuk standar Real Madrid yang terkenal tak kenal kompromi.

Tak menunggu waktu lama, manajemen Los Blancos langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala baru. Sebuah keputusan yang menambah efek kejut, mengingat Arbeloa sebelumnya menangani tim Castilla dan belum pernah memimpin tim utama di level tertinggi.

Baca Juga:Xabi Alonso Hentikan Periode Sulit Real Madrid, Sentil Kejadian Vinicius Junior di Kotak TerlarangUsai Dibekuk Manchester City, Real Madrid Putuskan Langkah Baru untuk Xabi Alonso

Xabi Alonso baru tiba di Santiago Bernabéu pada Juni 2025, membawa reputasi emas setelah mengukir sejarah bersama Bayer Leverkusen. Ia datang sebagai simbol era baru, penerus Carlo Ancelotti yang hengkang ke kursi pelatih Timnas Brasil.

Namun, apa yang diharapkan menjadi kisah panjang justru berakhir singkat.

Sejak awal musim, tanda-tanda retak sudah terlihat. Alonso disebut tak pernah benar-benar menguasai ruang ganti. Hubungannya dengan sejumlah pemain kunci berjalan dingin, dan konflik berkepanjangan dengan Vinícius Júnior terkait menit bermain menjadi konsumsi publik. Ironisnya, isu tersebut bahkan lebih ramai dibicarakan dibanding performa tim di lapangan.

Inkonsisten dan tertinggal dari Barcelona dalam perburuan gelar. Meski sempat menunjukkan grafik menanjak menjelang pergantian tahun 2026, fondasi tim dinilai terlalu rapuh.

Kekalahan telak 0-4 dari PSG di semifinal Piala Dunia Antarklub menjadi titik awal kegelisahan internal. Sejak saat itu, bisik-bisik ketidakpuasan kian nyaring terdengar.

Puncaknya terjadi di final Piala Super Spanyol. Kekalahan dari Barcelona bukan sekadar hasil buruk, melainkan dianggap sebagai simbol kegagalan proyek yang belum matang. Kurang dari 24 jam kemudian, Real Madrid menarik pelatuk.

Dalam rilis resminya, klub menyebut perpisahan ini sebagai keputusan bersama.

“Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa, atas kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama.”

0 Komentar