RADARCIREBON.TV – Persaingan Proliga 2026 sektor putri mulai memanas sejak seri pembuka yang digelar di Pontianak. Salah satu sorotan utama datang dari daftar top skor sementara, yang hingga akhir seri awal masih dikuasai oleh pemain asing, khususnya duet andalan Jakarta Electric PLN Mobile.
Duet Asing Electric PLN Dominasi Papan Skor
Dua pemain asing Jakarta Electric PLN, Neriman Ozsoy (Turki) dan Celeste Plak (Belanda), tampil konsisten dan efektif dalam mencetak poin. Neriman saat ini memimpin daftar top skor Proliga 2026 putri, sementara Celeste berada tepat di bawahnya.
Keduanya menjadi motor serangan Electric PLN dan berperan besar dalam hasil positif yang diraih tim pada seri pembuka. Kombinasi pengalaman internasional dan kemampuan menyerang yang tajam membuat duet ini sulit dibendung lawan.
Baca Juga:Newcastle Tak Berkutik! Statistik Ungkap Dominasi Man City di Semifinal Carabao CupKlasemen Proliga Putri 2026 Terbaru
Pemain Asing Lain Ikut Meramaikan Persaingan
Selain Neriman dan Celeste, sejumlah pemain asing dari tim lain juga mencatatkan kontribusi poin yang signifikan. Nama Yonkaira Peña dan Bethania De La Cruz masuk dalam jajaran pencetak angka terbanyak, memperlihatkan bahwa dominasi pemain luar negeri masih sangat kuat di kompetisi Proliga musim ini.
Kehadiran para pemain asing berkualitas membuat persaingan antar tim semakin kompetitif dan memaksa pemain lokal untuk terus meningkatkan performa.
Pemain Lokal Mulai Menunjukkan Perlawanan
Di tengah dominasi pemain asing, beberapa atlet lokal tetap mampu mencuri perhatian. Azzahra Dwi Febyane dari Popsivo Polwan menjadi pemain lokal dengan koleksi poin tertinggi sementara. Performanya menunjukkan bahwa pemain dalam negeri masih mampu bersaing di level tertinggi.
Sementara itu, Megawati Hangestri Pertiwi juga mulai mencatatkan kontribusi penting meski baru tampil dalam satu pertandingan. Efektivitasnya dalam menyerang menjadi sinyal positif bagi persaingan top skor ke depan.
Peta Persaingan Diprediksi Berubah di Seri Medan
Kompetisi Proliga 2026 putri masih panjang. Seri berikutnya yang akan digelar di Medan berpotensi mengubah komposisi papan atas top skor. Rotasi pemain, adaptasi tim, dan jadwal pertandingan yang padat bisa memengaruhi produktivitas para pencetak poin.
Dengan selisih poin yang belum terlalu jauh, peluang pemain lokal untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka, asalkan mampu tampil konsisten di setiap laga.
