RADARCIREBON.TV – Kemenangan dramatis Persib Bandung atas rival abadinya, Persija Jakarta, yang seharusnya menjadi momen perayaan penuh sukacita, mendadak berubah menjadi suasana mencekam. Gelandang bintang Maung Bandung, Thom Haye, mengungkapkan kabar yang mengejutkan publik sepak bola tanah air. Pemain naturalisasi tersebut mengaku bahwa dirinya dan keluarganya mendapatkan teror berupa ancaman pembunuhan dari oknum tidak bertanggung jawab.
Peristiwa ini bermula tepat setelah pertandingan tensi tinggi bertajuk Derby Indonesia yang digelar pada hari Minggu, 11 Januari 2026. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut, Persib berhasil membungkam Persija dengan skor tipis 1-0. Namun, euforia kemenangan itu seketika ternoda ketika Thom Haye mengunggah pesan-pesan mengerikan yang ia terima melalui Direct Message (DM) di media sosial pribadinya.
Menanggapi situasi yang membahayakan keselamatan pemainnya, pihak manajemen Persib Bandung langsung bereaksi keras. Manajer Persib, Umuh Muchtar, memberikan pernyataan tegas bahwa klub tidak akan tinggal diam melihat tindakan kriminal tersebut. Manajemen mengecam keras oknum yang membawa-bawa urusan nyawa dan keluarga ke dalam ranah olahraga.
Baca Juga:Hari Ini Manchester United Umumkan Michael Carrick Jadi Manajer Interim, Harapan Baru di Tengah Krisis?Bukan Kaleng-Kaleng! Pelatih Fisik Timnas Indonesia Punya Gelar S3 dan Rekam Jejak Mentereng
“Sepak bola adalah olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, bukan tempat untuk menebar ketakutan. Kami sangat menyesalkan adanya ancaman pembunuhan ini. Kami dari manajemen akan memberikan perlindungan penuh kepada Thom Haye dan keluarganya,” tegas Umuh Muchtar dalam keterangannya.
Lebih lanjut, manajemen Persib menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Umuh Muchtar mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melacak jejak digital pengirim pesan tersebut. Menurutnya, identitas pelaku akan mudah ditemukan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum karena jejak digital tidak akan bisa dihapus begitu saja.
“Kami sudah mengantongi beberapa bukti. Pelakunya pasti akan terlacak, ada nomor dan jejak identitasnya. Kami serahkan semuanya kepada pihak berwajib agar segera diproses secara hukum,” tambah pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut.
Manajemen juga meminta kepada seluruh suporter, baik Bobotoh maupun fans sepak bola secara umum, untuk tetap bijak dalam bersosial media. Persaingan di atas lapangan hijau seharusnya berakhir saat peluit panjang dibunyikan. Manajemen Persib berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar atmosfer sepak bola Indonesia bisa tumbuh lebih sehat dan profesional di masa depan, tanpa ada lagi intimidasi yang menyasar fisik maupun nyawa para pelakunya.
