RADARCIREBON.TV – Getafe akhirnya mematahkan rekor buruk selama 18 tahun tanpa kemenangan di kandang Real Madrid. Dalam lanjutan pekan ke-26 LaLiga musim 2025/2026 pada 2 Maret 2026, tim tamu menang tipis 1-0 di Santiago Bernabéu dan langsung mengguncang persaingan papan atas.
Gol semata wayang dicetak Martin Satriano pada menit ke-39. Momen itu bermula dari situasi bola yang gagal dibersihkan dengan sempurna oleh lini belakang Madrid. Satriano dengan sigap menyambar bola dan melepaskan tembakan voli yang tak mampu dihentikan kiper tuan rumah. Gol tersebut menjadi pembeda sekaligus penentu hasil akhir laga.
Real Madrid sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Los Blancos mencatatkan total 18 percobaan ke arah gawang, namun tak satu pun berbuah gol. Penyelesaian akhir yang buruk dan penampilan disiplin lini pertahanan Getafe menjadi faktor utama kegagalan Madrid mencetak angka. David Soria tampil solid di bawah mistar dan berhasil menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.
Baca Juga:Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Apakah Indonesia Masuk Daftar Pengganti? Ini Penjelasan Resmi FIFAMega Duel Madrid vs City Terancam Tanpa Mbappé & Haaland di Momen Krusial Liga Champions!
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi Getafe. Sejak terakhir menang di Bernabéu pada 2008, mereka selalu gagal meraih tiga poin setiap bertandang ke markas Madrid. Dalam rentang waktu tersebut, Getafe hanya mampu mencuri beberapa hasil imbang dan selebihnya menelan kekalahan. Catatan negatif itu akhirnya resmi berakhir pada laga ini.
Hasil tersebut juga berdampak langsung pada persaingan gelar LaLiga. Real Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona yang memimpin klasemen sementara. Kekalahan ini menjadi pukulan serius bagi tim ibu kota karena terjadi di kandang sendiri dan dalam fase krusial musim. Tekanan jelas meningkat mengingat kompetisi memasuki tahap penentuan.
Dari sisi mentalitas, kemenangan ini menjadi dorongan besar bagi Getafe. Mereka menunjukkan organisasi permainan yang rapi, disiplin dalam bertahan, dan efektif saat mendapatkan peluang. Strategi bertahan rapat dan memanfaatkan celah lewat serangan cepat berjalan sesuai rencana hingga peluit akhir dibunyikan.
Sementara itu, Madrid harus segera melakukan evaluasi. Dominasi penguasaan bola tanpa efektivitas di depan gawang kembali menjadi sorotan. Jika situasi ini tidak segera dibenahi, jarak dengan pemuncak klasemen berpotensi semakin melebar.
